Search

Home / Ekonomi dan Bisnis

Menparekraf Kaji Konsep Datangkan Wisman ke Bali

Ricky Satriawan   |    28 Januari 2021    |   21:55:02 WITA

Menparekraf Kaji Konsep Datangkan Wisman ke Bali
Menparekraf Sandiaga Uno (tengah) didampingi Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: ant/Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan mengkaji konsep Free COVID-19 Corridor (FCC) untuk diterapkan di Bali sebagai salah satu upaya mendatangkan wisatawan mancanegara.

"Saya mendapat ide FCC dari teman-teman yakni ada program yang sudah berjalan di saudara-saudara kita yakni di Morowali, Sulawesi Tenggara," kata Sandiaga Uno usai melaksanakan rapat tertutup di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (28/1) malam.

Dia mengemukakan konsep FCC di Morowali yakni perbulan ada 5.000 tenaga kerja asing yang sudah divaksin masuk ke daerah setempat.

"Kami akan mempelajari pola yang sama apakah mungkin diterapkan juga di Bali berkaitan dengan konsepnya Free COVID-19 Corridor? Rencananya yang boleh masuk Bali yang sudah mendapatkan vaksin dari negara asalnya dan di sini dilakukan rapid antigen," ujarnya.

Selanjutnya, ujar dia, tenaga kerja asing itu dapat mulai beraktivitas di Bali karena sudah free atau bebas dari COVID-19.

"Saya akan mempelajari, jika ini sudah mendapatkan dukungan dari semua, mari kita dukung dalam bentuk pilot project. Mulainya seperti apa, teman-teman di sini melakukan diskursus," ucap Menparekraf yang mulai hari ini berkantor di Bali itu.

Menurut Sandiaga Uno, Wagub Bali juga menyatakan mendukung mengenai konsep FCC ini sehingga dia berharap dapat menjadi motivasi untuk membangkitkan ekonomi Bali, menyelamatkan lapangan pekerjaan dan mulai menyiapkan kebangkitan ekonomi Bali yang mengalami kontraksi hingga 12,28 persen.

Konsep FCC, tambah dia, merupakan satu diantara tiga hal yang diusulkan dalam menyelamatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Kemudian upaya Kedua dengan program soft loan (pinjaman lunak) yang diusulkan sebesar Rp9,9 triliun sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional untuk membangkitkan lokomotif pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Upaya Ketiga dengan program vaksin afirmasi yakni agar Bali mendapatkan perhatian khusus untuk alokasi vaksin COVID-19. "Ibaratnya anak yang sekarang dalam keadaan kurang sehat, selama ini menopang 55 persen pada pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," ucapnya.

Diharapkan dengan program vaksin afirmasi itu dapat membantu Bali bertahan dan menyiapkan kebangkitan ekonominya.

"Dalam rapat ini kami melakukan pendalaman. Kami inginnya hal-hal yang fokus dan konkret yang bisa dilakukan dalam jangka pendek dan menengah, khususnya untuk menyelamatkan begitu banyak, jutaan lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sekarang sudah terancam banyak di-PHK," kata Sandiaga Uno.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengharapkan pinjaman lunak untuk menyelamatkan lokomotif pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dapat segera direalisasikan.

"Kami ingin bunganya bisa di bawah KUR (kredit usaha rakyat). Pelaku pariwisata yang mendapatkan itu (pinjaman lunak-red) tentu harus memenuhi sejumlah kriteria seperti domisili di Bali, standarnya berapa besar perusahaan yang dibantu," ucap pria yang akrab dipanggil Cok Ace itu.

Menurut dia, saat ini antara mengatasi COVID-19 dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi Bali menjadi dua hal yang harus dijaga keseimbangannya.

Dalam rapat tertutup tersebut juga diikuti Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, dan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma beserta sejumlah tokoh pariwisata dan ekonomi di Bali. (ANT/RIS/PDN)