Search

Home / Nasional

Purnawirawan Jenderal Asal Bali Terima Tanda Kehormatan dari Presiden

Editor   |    12 Agustus 2022    |   18:10:00 WITA

Purnawirawan Jenderal Asal Bali Terima Tanda Kehormatan dari Presiden
Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana (sumber Kemenhan)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa kepada 127 tokoh.

Pada acara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/8) itu, tampak hadir purnawirawan jenderal bintang tiga asal Bali, Letnan Jenderal (Letjen) TNI  (Purn) Ida Bagus Purwalaksana.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama yang dianugerahkan kepada sastrawan almarhum Ajip Rosidi dengan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64/TK/Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 11 Agustus 2022.

Kemudian Presiden Jokowi juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada arkeolog, almarhum Prof Dr Mundardjito. Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 66/TK/Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 11 Agustus 2022.

Selanjutnya, Presiden Jokowi turut menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa kepada total 125 penerima dengan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 65/TK/Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 11 Agustus 2022.

Secara lebih rinci, tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dianugerahkan kepada satu penerima, yaitu Letjen TNI (Purn.) Ida Bagus Purwalaksana. Sedangkan tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama dianugerahkan kepada 100 penerima dari tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19, yang terdiri dari 38 dokter dan 62 perawat serta tenaga kesehatan lainnya.

Terakhir, tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya dianugerahkan kepada 24 penerima, yang terdiri dari 1 orang seniman tradisi Sunda, 2 orang dokter gigi, dan 21 orang perawat serta tenaga kesehatan lainnya.

Dalam penganugerahan ini, terdapat 7 perwakilan penerima tanda kehormatan yang hadir secara fisik di Istana Negara, Jakarta. Mereka adalah penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Pratama yaitu ahli waris almarhum Ajip Rosidi, penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama yaitu Letjen TNI (Purn.) Ida Bagus Purwalaksana, dan penerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma yaitu ahli waris almarhum Prof DR Mundardjito.

Selain itu juga penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama yaitu ahli waris almarhumah dr Carolina Rezeki Sihombing, Sp.THT-KL dan ahli waris almarhum Sunjaya, SKM, MSi, dan penerima Bintang Jasa Nararya yaitu ahli waris almarhum Gugum Gumbira dan ahli waris almarhumah Dewi Wikanto, S.SIT.

Bintang Jasa Utama yang diterima Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana adalah tanda kehormatan kelas tertinggi dari Bintang Jasa yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati seseorang atas jasa dan perjuangannya. Bintang Jasa ini diberikan kepada mereka yang berjasa besar terhadap negara dan bangsa dalam suatu bidang, peristiwa, atau hal tertentu.

Saat ini Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana sendiri menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Asabri. Sebelumnya ia pernah menjadi anak buah Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan. Saat itu menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan).

Ternyata ia juga lahir dari darah seorang prajurit yang diturunkan sang ayah, almarhum Letnan Jenderal TNI (Purn) Ida Bagus Sudjana (1936-2002). Sang ayah sendiri pernah meniabat sejumlah posisi penting di meliter dan pemerinahan.

Almarhum Letnan Jenderal (Purn) Ida Bagus Sudjana tercatat pernah menjabat sebagai Panglima Kodam XII/Tanjungpura Kalimantan Barat, Kepala Staf Umum ABRI, dan Sekjen Dephankam. Pada masa pemerintahan Soeharto, Ida Bagus Sudjana pernah diangkat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (1993-1998).

Karir meliter Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana juga tak kalah cermelang dengan sang ayah. Pria kelahiran 1964 ini merupakan lulusan AKABRI 1987 yang memasuki masa purnabakti pada 1 Maret 2022 dengan jabatan terakhir sebagai Irjen Kemhan.

Sebelumnya ia pernah menjadi bagian pasukan elite TNI AD, Kopassus dan Kostrad. Kemudian, ia pernah menjajaki teritorial, Kodim dan Korem, baik di bagian pendidikan, staf, operasi, maupun pernah ditugaskan dalam pasukan pengamanan perdamaian PBB. (dev/sut)

 


Baca juga: Ini Aturan Terbaru Giat Keagamaan di Wilayah PPKM