Search

Home / Budaya

Koster: Budaya Jadi Sumber Utama Kekayaan Bali

Editor   |    24 Oktober 2022    |   11:15:00 WITA

Koster: Budaya Jadi Sumber Utama Kekayaan Bali
Gubernur Koster saat penutupan Festival Seni Bali Jani 2022, pada Minggu (23/10) di Denpasar.

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan bahwa budaya merupakan sumber utama kekayaan, keunikan dan keunggulan Bali.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam pidato penutupan Festival Seni Bali Jani 2022, pada Minggu (23/10) di Denpasar.

Gubernur Bali mengungkapkan alasan mengapa budaya menjadi sumber utama kekayaan bagi Pulau Dewata. Karena Pulau Bali tidak memiliki sumber daya alam (SDA) berupa tambang emas, nikel,  batubara, gas alam, maupun lainnya.

Namun Bali, lanjut Koster, dianugrahi hal luar biasa berupa kekayaan seni budaya yang sekaligus telah menjadi laku hidup sehari-hari masyarakatnya.

"Tapi kita dianugrahi dengan kekayaan, keunikan dan keunggulan budaya oleh para pengelingsir, leluhur dan para tetua kita di Bali. Suatu kekayaan yang adiluhur luar biasa,” jelasnya.

“Budaya di Bali tidak akan pernah habis. Karena budaya menjadi laku hidup sehari-hari yang menyatu dengan tatanan kehidupan adat, tradisi, seni budaya beserta kearifan lokal. Sehingga menyatu padu dalam kehidupan masyarakat Bali secara turun-temurun sejak berabad lampau sampai kini,"  imbuhnya.

Untuk itu, menurut Koster, sebagai generasi penerus maka memiliki tanggung jawab senantiasa merawat dan memilihara warisan kekayaan kebudayaan tersebut. Caranya, melalui terus berkarya dan berinovasi dengan memanfaatkan fasilitas sarana yang tersedia, hal ini terutama bagi generasi mudanya.

"Budaya adalah gen orang Bali, kita patut bersyukur. Karena itulah, saya mengajak adik-adik semua agar terus berkesenian, baik seni tradisi maupun seni modern kontemporer," kata Koster.

Festival seni Bali Jani merupakan wadah kretivitas seniman dalam upaya pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya Bali modern. Ajang pementasan seni kontemporer tahunan ini telah diselenggarakan sebanyak empat kali.  (adi/sut)

 


Baca juga: Prosesi Munggel Pelawatan Ratu Ngurah Agung Desa Adat Tembawu