Search

Home / Edukasi

Komentar Pakar Soal Bahaya EG pada Kasus Ginjal Akut

Editor   |    25 Oktober 2022    |   17:23:00 WITA

Komentar Pakar Soal Bahaya EG pada Kasus Ginjal Akut
ilustrasi - obat sirup (foto/freepik)

KANDUNGAN etilen glikol (EG) pada obat sirup diduga menjadi penyebab gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan lima obat sirup yang mengandung etilen glikol.

Pakar Toksikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Hidayat mengungkapkan bahwa etilen glikol berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Tubuh akan mengalami berbagai gangguan kesehatan mulai dari gangguan jantung, ginjal hingga kematian.

Secara teoritis, sambung Shoim toksisitas (tingkat merusak) etilen glikol dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama berkisar antara tiga puluh menit hingga dua belas jam akan mengakibatkan gangguan pada sistem saraf pusat. Sho’im juga menuturkan bahwa mengkonsumsi etilen glikol dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kejang-kejang hingga kematian.

“Gejalanya seperti orang keracunan alkohol, sempoyongan dan ngomong tidak jelas,” tuturnya pada Senin (25/10).

Tahap toksisitas kedua terjadi antara dua belas jam sampai dua puluh empat jam. Pada tahap tersebut zat etilen glikol akan menyerang organ jantung dan paru-paru. “Pada jantung dapat mengakibatkan gangguan irama detak jantung hingga kematian karena gagal jantung,” terang Sho’im.

Sementara itu tahap ketiga terjadi pada dua puluh empat jam sampai tujuh puluh dua jam setelah mengkonsumsi zat etilen glikol. Pada tahap tersebut akan mengenai organ ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal.

“Gangguan fungsi ginjal ditandai dengan turunnya produksi urin atau biasa dikenal dengan oliguria,” ujarnya.

Dalam keadaan normal, tiga hingga empat jam anak-anak akan mengeluarkan urin. “Hati-hati ketika selama enam jam anak-anak tidak pipis apalagi telah minum obat sirup, itu patut dicurigai,” tegas Sho’im.

Adanya senyawa asam oksalat dan asam glikolat sebagai hasil metabolit etilen glikol, menjadi penyebab zat tersebut beracun.

“Asam oksalat dan asam glikolat merusak ginjal. Saat gagal ginjal akut, sangat mungkin pada penderita itu akan ditemukan kristal-kristal dari garam oksalat dalam hal ini kalsium oksalat. Hal itu menunjang diagnosis penyebab gagal ginjalnya dari etilen glikol,” jelasnya. (dev/sut)


Baca juga: Ny. Putri Koster Ajak Wujudkan ‘Zero’ Kasus Baru HIV/AIDS