Search

Home / Lifestyle

Bergaya Hidup Hemat Biar Selamat

Editor   |    28 Oktober 2022    |   14:54:00 WITA

 Bergaya Hidup Hemat Biar Selamat
Ilustrasi – gaya hidup hemat (foto/shutterstock)

SEBETULNYA nilai-nilai hidup berhemat atau gaya hidup hemat pada masyarakat Indonesia bukanlah hal yang asing. Namun sempat dianggap sesuatu yang ketinggalan zaman. Terus kenapa gaya hidup hemat kini menjadi tren dan popular di kalangan generasi milenial?

Jika ditelisik, tren gaya hidup hemat terutama di kalangan kaum muda di Barat yang populer disebut dengan frugal living ini, kemunculannya berbarengan dengan pandemi Covid-19. Jadi sangat mudah dipahami keterkaitannya.

Dapat menjadi tren tersendiri karena gaya hidup ini dipopulerkan dengan cara penyampaian informati yang menarik dan kekekinian. Didukung lagi oleh kondisi kehidupan sebagaian kaum muda duna yang tengah mengalami kesulitan finansial akibat terdampak pandemi.

Tren ini bakal bertahan lebih lama lagi. Menyusul kondisi resesi ekonomi global  tengah melanda  sejumlah negara di dunia.  Dari sinilah gaya hidup hemat akan terus diadopsi. Sebab kaum muda telah merasakan manfaat dari gaya hidup ini. Salah satunya dapat bertahan terselamatkan pada kondisi masa pandemi.

Nah, manfaat apa sajakah yang mereka dapatkan?

1. Meningkatkan kontrol diri.

Sebelum pandemi, sebagian kaum muda ini sangat gampang menghamburkan uang mereka demi hal yang sifatnya keinginan bukan kebutuhan. Mereka menganggap itu sebagai hal yang wajar untuk menyenangkan diri sendiri dari hasil kerja keras selama ini dengan membeli barang-barang bersifatnya tersier.

Namun pandemi kemudian mengubah cara pandang mereka. Mereka tersadar dan menjadi lebih bijak dalam pengelolaan pendapatan dan pengeluaran. Tidak lagi memboroskan uang hanya demi memuaskan keinginan. Tapi menggunakan uang lebih pada untuk kebutuhan hidup.

2. Hidup lebih tenang

Dengan bergaya hidup sederhana sesuai kemampuan dan tidak melebihi kebutuhan sendiri, mereka memiliki kesempatan untuk menabung alih-alih daripada berhutang. Mereka sadar betapa tumpukan hutang membikin kondisi hidup bertambah stres. Ujungnya justru membuat kondisi finansial semakin kacau.   

Bebas dari hutang membuat kehidupan pribadi mereka lebih tenang dan berkualitas. Cukup berfokus pada apa yang menjadi kebutuhkan bukan keinginan.

3. Financial security

Dari sekian manfaat gaya hidup hemat, salah satu alasan yang menarik minat orang-orang muda untuk menerapkannya adalah agar bisa berada di tahap atau fase financially secure dalam hidup. 

Tentu ini adalah efek yang akan dirasakan saat dapat berhemat dan mengelola keuangan dengan baik.

Fancially secure tidak berarti harus segera mempunyai banyak uang dan aset, cukup dengan tidak besar pasak daripada tiang saja sehingga bisa menabung dan merencanakan keuangan masa depan. (dev/sut)

 

 

 

 

 


Baca juga: Ini Pendapat Pakar Soal Citayam Fashion Week