Search

Home / Nasional

Lima Tokoh Daerah Ditetapkan jadi Pahlawan Nasional

Editor   |    03 November 2022    |   17:42:00 WITA

Lima Tokoh Daerah Ditetapkan jadi Pahlawan Nasional
Menko Polhukam Mahfud MD (foto/@youtobe/kemenkopolhukam)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Sejumlah lima tokoh daerah atas jasa-jasa kepada bangsa dan negara akan diberikan gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Penyerahan gelar Pahlwan Nasional itu akan dilakukan Presiden Joko Widodo pada Senin (7/11) pekan depan.

Penetapkan itu berdasarkan keputusan Presiden bersama Dewan Gelar dan Tanda-Tanda Kehormatan yang di Ketuai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

"Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepala lima putra -putra terbaik bangsa itu akan akan diserahkan pada 7 November 2022 di Istana Negara melalui upacara resmi yang dipimpin Presiden Joko Widodo," kata Menko Polhukam Mahfud MD melalui konferensi pers daring, Kamis (3/11) di Jakarta.

Kelima tokoh daerah tersebut, pertama adalah  Dr dr HR Suharto dari Jawa Tengah. Ia merupakan dokter yang merawat dan mendampingi Presiden Sukarno dan para pejuang bangsa di BPUPKI. Suharto bersama Presiden Sukarno-M Hatta dan Radjiman juga menentukan kepastian kemerdekaan RI.

Selain itu, ia juga ikut berjuang di lapangan dalam memberi pengobatan terhadap para pejuang yang jatuh sakit dan cacat saat perjuangan melawan Belanda dan Jepang

Kedua, KGPAA Paku Alam VIII dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah seorang raja bersama Sultan Hamengku Bowono IX yang dahulu menjadi penguasa Yogya dan Pakualaman sebagai daerah otonomi khusus dari kerajaan Belanda.

Mahfud mengatakan ketika Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, DIY dan Pakualam Yogyakarta tidak termasuk di dalamnya karena bukan bagian yang dikelola secara administratif oleh Kerajaan Belanda, melainkan langsung mendapat otonomi dari Kerajaan Belanda.

Tetapi Sri Sultan Hamengku Bowono IX dan Pakualam VIII membuat dan medeklarasikan bergabung ke Republik Indonesia sehingga Indonesia menjadi utuh. Oleh karena itu, Presiden Sukarno mengeluarkan piagam bahwa hubungan Pakualam dan Keraton Yogyakarta dibuat menjadi daerah istimewa.

Bukan saja bergabung tapi menampung ketika pemerintah RI berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta pada 1946.

Ketiga, Dr Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat. Ia adalah dokter yang memberi pelayanan pengobatan kepada para pejuang di hutan-hutan Kalimantan. Bahkan bersama sang istri, Rubini selalu memperjuangkan kemerdekaan hingga keduanya dibunuh tentara Jepang.

Keempat, Haji Salahudin Bin Talabudin dari Maluku Utara, yang meneriakan perjuangan kemerdekaan untuk RI sampai diasingkan ke Boven Bigul dan Nusakambangan Jawa Tengah.

"Presiden menganggap bahwa ada seorang warga Maluku yang pantas diberi gelar Pahlawan Nasional, yaitu Haji Salahudin Bin Talabudin," kata Mahfud.

Kelima, KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi, anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) seangkatan dengan Bung Karno, Bung Hatta, KH Hasyim Ashari, Kahar Muzakir dan Tubagus Hadikusumo. Kesemua tokoh itu lebih dulu telah menjadi Pahlawan Nasional.

"KH Ahmad Sanusi aktif juga ikut merumuskan dasar negara RI. Beliau bersama tokoh nasional lain juga ikut mendorong ideologi Pancasila," ujar Mahfud. (ris/sut)

 


Baca juga: Kapolri Umumkan Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka