Search

Home / Peristiwa

Jalur Diputus, Ratusan Driver Geruduk Kantor Grab

Ricky Satriawan   |    10 Januari 2020    |   20:39:50 WITA

Jalur Diputus, Ratusan Driver Geruduk Kantor Grab
Grab. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODlUMNEWS.com - Tidak terima layanan aplikasi Bandara di Ngurah Rai diputus, sebanyak 175 sopir Grab Car yang tergabung dalam Resimen Sunda Kecil (RSK) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Grab di Jalan Gatot Subroto Barat nomor 327, Denpasar Barat.

Dalam pantauan, aksi demonstrasi ini digelar, pada Jumat (10/1) sekitar pukul 09.00 Wita. Pertemuan berlangsung antara pihak Grab dan driver. Kedatangan ratusan sopir Grab ini dikawal ketat aparat kepolisian.

Kedatangan para sopir Grab ini untuk memprotes aksi sepihak pemutusan layanan aplikasi operasional di Bandara Ngurah Rai. Sebelumnya, para sopir Grab resmi beroperasi di Bandara Ngurah Rai setelah ikut masuk dalam aplikasi Bandara Airport.

Yang terjadi belakangan, ada oknum dari pihak Grab yang malah memasukan para sopir konvensional ke aplikasi Grab untuk beroperasi di Bandara. Dalam perkembangan selanjutnya, aplikasi di Bandara mendadak diputus hari ini, Jumat (10/1) sekitar pukul 06.00 Wita.

Bahkan aplikasinya terhapus. Sehingga 175 sopir Grab bingung dan mendatangi Kantor Grab di Gatsu Denpasar Barat. "Kami sudah dua tahun memperjuangkan agar Grab bisa beroperasi di Bandara. Sekarang kami malah ditendang keluar. Padahal ijin operasional kami sudah kantongi," terang Wakil Ketua Operasi Grab Airport RSK, Yohanes Holo Kurniawan di TKP.

Dijelaskannya, aksi yang dilakukan pihak Grab sangat sepihak, tanpa ada sosialisasi kepada para sopir RSK di Bandara. Padahal, dulunya pihak Grab menuntut mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dengan menyuruh para driver mengganti mobil keluaran di atas 2015.

"Tapi setelah semuanya dipenuhi, Grab malah memperlakukan kami seperti ini. Kami mau ngasih makan anak istri kami bagaimana," tambahnya.

Sementara keterangan terpisah, Ketua Operasi Grab Airport RSK, Wayan Sugiartana menegaskan, selama ini pihaknya sudah memberikan kontribusi yang besar dalam operasional Grab di Bandara. Terlebih, dalam sehari mereka bisa menyetor Rp. 1, 5 miliar.

"Kalau untuk rata rata kerugian kami tidak bisa hitung. Tapi yang jelas dalam sehari operasional Grab di Bandara kami setor sebesar Rp 1,5 miliar," bebernya dilokasi.

Sugiartana mengaku belum mengetahui alasan Grab mencabut layanan di Bandara. Tapi informasinya itu akibat ulah oknum Grab sendiri. 

"Katanya itu ulah oknum di Grab. Mereka sudah janji akan mengembalikan itu hari ini. Mungkin tiga jam kedepan. Karena ada hampir 200 sopir yang dicabut," ungkapnya.

Aksi hari ini kata Sugiartana, mereka menuntut 3 hal. Pertama, menuntut agar pihak Grab tidak melakukan pencabutan layanan aplikasi di Bandara. Kedua, menuntut agar RSK sebagai vendor resmi RSK. Ketiga, menuntut agar Grab melakukan evaluasi terhadap oknum Grab di Bandara atas penyalahgunaan wewenangnya.

"Bila tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan koordinasi untuk mengambil langkah bagaimana ke depannya," tandas Sugiartana. (SIL/PDN)