KUTA SELATAN, PODIUMNEWS.com - Proses pembangunan proyek underpass Ngurah Rai, mulai dikeluhkan. Hal ini setelah muncul kabar 32 wisatawan asal Perancis ketinggalan pesawat, dikarenakan terjebak kemacetan parah. Gede Karilo, salah satu anggota PHRI Bali yang mendapatkan informasi tersebut dari salah satu rekannya kemudian membagikannya kepada grup percakapan Whatsapp di PHRI Bali. “Osa Semeton, project underpass memakan korban 32 tamu Perancis semalam. Karena macet luar biasa, bus yang mereka tumpangi dari Nusa Dua tidak bisa mencapai Airport sampai pesawat take off, mereka semua panik dan menangis tanpa berbuat apapun untuk bisa mencapai Airport,” ungkapnya di percakapan. Menurutnya kejadian ini sangat disayangkan, karena ditakutkan akan berdampak luar biasa. Dan solusi sementara yang disampaikan adalah menyarankan untuk berangkat lebih awal 2 jam dari jadwal normal. Ia juga mengimbau kepada Ditlantas yang bertugas agar lebih sigap mengatasi kemacetan, serta tidak mempersempit ruang di putaran bandara. “Ruang gerak kendaraan dari berbagai arah baik dari tol, Jimbaran, Tuban dan Simpang Siur semakin tidak leluasa jika dalam putaran tersebut dipersempit lagi,” ujarnya Selasa (20/2). Namun demikian, ia menyadari kemungkinan yang terjadi pada rombongan itu berangkat pada jam sibuk, tentunya banyak kendaraan yang melintas. Sementara dari hasil pantauan di lokasi, memang terlihat pengerjaan proyek oleh Kontraktor pelaksana agak mengarah mempersempit badan jalan, alhasil kemacetan yang parah tidak terelakkan. “Harapan satu-satunya, pihak kontraktornya (PT. Adhi Karya Jo Nindia Karya) segera mempercepat penyelesaian proyek underpass itu,” harap masyarakat pengguna jalan. Jika Perusahaan BUMN besar saja kerja seperti ini, bagaimana nasib pengguna jalan di Bali, apa lagi akses jalan ini adalah jalan protokol yang menghubungkan Bandara dengan seluruh lokasi wisata di Bali. Lalu bagaimana sebenarnya pola pengaturan lalu lintasnya, serta bagaimana komunikasi antara pihak, khususnya Kontraktor Pelaksana PT. Adhi Karya dan PT. Nindia Karya dengan instansi terkait? Sayangnya pihak kontraktor belum bisa dikonfirmasi. Namun yang pasti, proyek nasional ini memang sedang dikejar waktu penyelesaiannya. Meski demikian tentunya juga jangan sampai mengabaikan dampak kemacetan lalu lintas pariwisata. (HRB/PDN)
Baca juga :
• Walikota Jaya Negara Buka Denpasar Kite Festival IX
• Bupati Adi Arnawa Buka Sabdha Kite Festival V
• Bupati Adi Arnawa Resmi Buka Mengwi Ganjur Festival