Search

Home / Nasional

Putra Bali Ini Berpeluang Pimpin KPK

Editor   |    03 September 2019    |   13:46:17 WITA

Putra Bali Ini Berpeluang Pimpin KPK
Nyoman Wara ( Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Dari sepuluh nama yang diumumkan lolos seleksi tahap akhir Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK), terdapat figur putra Bali.

Adapun kesepuluh nama yang diumumkan lolos Panitia Seleksi Capim KPK usai disampaikan kepada Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9), berasal berbagai komposisi.

Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih mengemukakan, komposisi kesepuluh Capim KPK yang lolos seleksi tahap akhir terdiri atas 1 orang KPK, satu orang polisi, 1 jaksa, 1 orang auditor, 1 orang advokat, 2 orang dosen, 1 hakim, dan 2 PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Mereka adalah, Alexander Marwata, (Komisioner KPK), Firli Bahuri (Anggota Polri), I Nyoman Wara (Auditor BPK), Johanis Tanak (Jaksa), Lili Pintauli Siregar (Advokat), Luthfi K. Jayadi (Dosen), Nawawi Pamolango (Hakim), Nurul Ghufron (Dosen), Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet) dan Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan)

Mencuatnya nama Nyoman Wara asal Bali tidak terlalu banyak diketahui publik Pulau Dewata. Seperti dilansir Kompas.com, Nyoman saat ini merupakan auditor utama investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2016.

Ia memulai karirnya sejak tahun 1989 sebagai auditor BUMN Bank Indonesia hingga tahun 2001.

Kariernya di BPK dimulai pada Juli 2010. Ketika itu Nyoman menjadi Kepala Perwakilan BPK RI Perwakilan Provinsi Banten.

Sebelumnya ia telah malang-melintang sebagai auditor sejak tahun 2001 hingga 2010 di Bank Indonesia, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Kementerian Keuangan.

Lahir di Karang Asem, Bali pada 9 Juli 1967, Nyoman menempuh pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan gelar Diploma III pada tahun 1989 dan menjadi Sarjana Ekonomi pada tahun 1994.

Sudah banyak kasus yang diperiksa secara investigatif olehnya. Kasus itu antara lain terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), kasus Bank Century Tahap I dan II, kasus Rumah Sakit Sumber Waras,, serta PLTU Ambon.

Kemudian, kasus jasa Manajemen Proyek Pemboran Terpadu (MPPT) PT Pertamina EP Cepu ADK, hingga kasus pengadaan digital education classroom serta pengadaan alat scanner dan printer 3D di Pemprov DKI Jakarta.

Selain memeriksa kasus investigatif, dia juga melakukan penghitungan pada kasus-kasus yang mengakibatkan kerugian negara.

Antara lain kasus BLBI, kasus penggunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), kasus pembangunan Wisma Atlet di Hambalang, Bank Century, dana pensiun Pertamina, payment gateway, mobile crane PT Pelindo II, hingga pengadaan shelter tsunami Pandeglang.

Dari banyak kasus yang ditanganinya itu, Nyoman juga mendapatkan sejumlah penghargaan.

Di antaranya Satyalancana Wira Karya untuk audit investigatif kasus BLBI (2001), penghargaan Ketua BPK untuk aliran dana BI (2008) dan audit kasus Bank Century, serta Satyalancana Karya Satya 10 hingga 30 tahun

Sebetulnya dari 192 orang yang mengikuti seleksi Capim KPK, terdapat satu lagi nama yang berhubungan dengan daerah Bali. Yakni Ketut Puspa, saat ini berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov Sulawesi Tenggara.

Ia merupakan mantan Ketua PHDI Sultra, saat ini menduduki jabatan Fungsional Widyaiswara pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra. (ISU/PDN)