Search

Home / Hukum

Ini Motif Oknum Ormas Pukul Satpam Rujab Bupati Badung

Ricky Satriawan   |    09 Januari 2020    |   16:24:00 WITA

Ini Motif Oknum Ormas Pukul Satpam Rujab Bupati Badung
Tersangka Made Rai Topan Mulyawan (37). (Foto: Istimewa)

BADUNG, PODlUMNEWS.com - Setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Mengwi, tersangka Made Rai Topan Mulyawan (37), pentolan ormas di Bali, mengaku menganiaya satpam di rumah jabatan (Rujab) Bupati Badung, bernama I Gusti Ngurah Sumerta (52), karena tersinggung. Ia emosi mendengar suara korban yang bernada emosi saat ditanya soal rekrutmen tenaga satpam di PT. Inti Sarana Wijaya. 

Menurut Kapolsek Mengwi, AKP I Gede Eka Putra Astawa, dari pemeriksaan tersangka Topan mengaku menganiaya korban karena merasa tersinggung. Saat di pos satpam rujab Bupati Badung, residivis ini sempat bertanya soal rekrutmen tenaga satpam yang dimenangkan oleh PT. Inti Sarana Wijaya. 

Diketahui perusahaan itulah yang memenangkan tender pengadaan satpam di Puspem Badung, Sempidi, Mengwi. Sementara, Topan sendiri sempat mengumpulkan KTP anggota satpam namun tidak ada panggilan. 

Awalnya pertanyaan Topan dijawab dengan baik, namun lama kelamaan korban menjawab dengan nada tinggi. Sehingga membuat Topan tersinggung. 

Akibatnya, pria yang sudah 2 kali masuk penjara gara-gara kasus penganiayaan ini sontak emosi dan menghajar korban. 

Tersangka lalu menendang kaki korban dan menampar bibirnya hingga terluka pada bagian dalamnya. 

"Motifnya ketersinggungan. Tersangka emosi karena korban merespon pertanyaan dengan nada tinggi lalu melakukan penganiayaan," tegas AKP Astawa. 

Kapolsek menduga, Topan menanyakan soal rekrutmen satpam karena dia ingin berminat jadi satpam. Sementara, Topan sendiri memiliki latar belakang residivis. Dia sudah dua kali masuk penjara. Pertama, tahun 2004 terlibat pengeroyokan di wilayah Tabanan. Setelah bebas dia kembali masuk bui pada Oktober 2017. Pada saat itu dia menembak mertuanya menggunakan senapan angin di Kuta Utara, Badung.

Kasus ini berawal saat Topan asal Banjar Grogak, Sempidi, Mengwi, Badung datang ke Puspem Badung, pada Sabtu (4/1) pukul 15.30 Wita. Ia bertemu satpam bernama I Gusti Ngurah Sumerta. 

Keduanya mengobrol masalah rekrutmen satpam. 

Namun tiba tiba ia mengamuk menghajar korban asal Banjar Kangin, Sempidi, Mengwi, Badung pada bagian kaki dan mulut. Tindakan kasar dari tersangka dilaporkan korban ke Polsek Mengwi. Tak butuh waktu lama, anggota buser Polsek Mengwi menangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. (ISU/PDN)