Search

Home / Birokrasi

Direktur Penyiaran Kominfo: TV Digital Tak Saingi Siaran Berbayar

Asrinidevi   |    31 Maret 2021    |   18:26:23 WITA

Direktur Penyiaran Kominfo: TV Digital Tak Saingi Siaran Berbayar
Tangkapan layar Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Geryantika Kurnia dalam webinar Seluk Beluk Penyiaran di Indonesia, Rabu (31/3/2021)  (Foto: ant/istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Geryantika Kurnia menyebutkan kehadiran TV digital yang kini tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia tidak akan menyaingi atau menjadi batu sandungan bagi jasa TV kabel atau TV berbayar.

Hal itu disebabkan karena jenis layanan dari masing-masing televisi itu berbeda.

“Saya ingin meluruskan bahwa TV digital itu bukan layanan streaming, bukan juga lewat satelit. TV digital itu ya layanan TV biasa yang free to air, bisa diterima masyarakat luas,” kata Gery dalam Webinar Seluk Beluk Penyiaran di Indonesia, Rabu (31/3)

Selain jenis layanan berbeda, tentu pangsa pasar baik dari TV digital, TV kabel, ataupun TV yang mengandalkan pancaran satelit pun berbeda sehingga sebenarnya para pelaku di industri TV itu bisa saling melengkapi.

“TV kabel atau yang berbayar itu ada pangsa pasarnya sendiri, begitupun yang satelit. Mereka justru akan saling melengkapi dengan adanya layanan free to air ini,” ujar Gery.

Seperti diketahui, 2 November 2022 merupakan target Indonesia dapat sepenuhnya bermigrasi dari siaran TV analog ke TV digital atau dikenal dengan istilah Analog Switch Off (ASO).

Migrasi itu dilakukan agar terjadi efisiensi frekuensi yang memungkinkan semakin banyak kelahiran stasiun-stasiun TV baru hingga menyediakan frekuensi untuk layanan jaringan internet 5G yang digadang-gadang dalam program percepatan transformasi digital Indonesia.

Gery menyebutkan beberapa keuntungan yang didapatkan masyarakat dari layanan televisi digital di antaranya mendapatkan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih, mendapatkan lebih banyak pilihan tontonan yang lebih tersegmentasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya menghadirkan siaran yang interaktif hingga menghadirkan layanan ‘Early Warning System’ atau peringatan kebencanaan dini yang selama ini belum ada di Indonesia.

“Hal- hal itu yang belum bisa kita dapatkan di analog, bisa kita wujudkan di TV digital,” kata Gery. (ANT/DEV/PDN)