Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Pariwisata di Tengah Pademi, Cok Ace Ajak Tingkatkan Disiplin Prokes

Oleh Podiumnews • 23 Oktober 2020 • 21:31:33 WITA

Pariwisata di Tengah Pademi, Cok Ace Ajak Tingkatkan Disiplin Prokes
Wagub Cok Ace

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tanpa terkecuali Bali telah berimbas terhadap terpuruknya berbagai sektor, utamanya kesehatan dan ekonomi. Terlebih sektor pariwisata sebagai tumpuan perekonomian Bali. Berbagai upaya pun dilakukan Pemprov Bali untuk mengatasi hal itu, khususnya membangun kepercayaan dunia pariwisata pada masa pandemi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat Simakrama Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru diselenggarakan kerjasama Pemprov Bali dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta stakeholder pariwisata, Jumat (23/10) di Mangupura.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program pembangunan, mengimplementasikan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru (CHSE), program Bali Bangkit, “We Love Bali”.

Dalam simakrama ini, Cok Ace berharap para stakeholder pariwisata dapat melakukan diskusi dengan baik dalam meningkatkan iklim pariwisata di Bali.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh stakeholder pariwisata Bali untuk bekerjasama dalam meningkatkan disiplin protokol Kesehatan (Prokes). Karena wisatawan lebih menginginkan kepercayaan bahwa tempat yang mereka kunjungi aman dan disiplin Prokes.

“Jangan sampai hanya karena satu atau dua tempat wisata melanggar protokol kesehatan, hal itu diekspose media, dan membuat ketidakpercayaan masyarakat domestik maupun internasional enggan berkunjung ke Bali. Untuk itu, saat ini penting bagi kita menjaga kepercayaan masyarakat bahwa kita mampu dalam menerapkan CHSE di dunia pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Duta Besar RI Untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun yang turut hadir dalam simakrama melalui daring menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan We Love Bali yang mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan domestik.

Menurutnya, kasus positif Covid-19 di Tiongkok saat ini turun signifikan. Di mana dari 1.46 miliar penduduknya hanya terdapat 400-an kasus. Bahkan sejumlah provinsi sudah tidak ada peningkatan kasus lagi.

“Hal ini dikarenakan selain vaksin memang sudah ada, juga dikarenakan tingkat kedisiplinan masyatrakatnya dalam menerapkan CHSE. Di samping itu, China juga menerapkan sanksi hukum dan sosial jika ada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Diharapkan dengan pelajaran ini, Indonesia juga bisa menerapkan hal tersebut, karena kepercayaan masyarakat internasional terkait kesiapan protocol  kesehatan sangat penting,” ungkapnya. (BAS/PDN)