Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Masa Libur Panjang, Jumlah Kunjungan Wisdom ke Bali Melonjak

Oleh Podiumnews • 30 Oktober 2020 • 21:16:49 WITA

Masa Libur Panjang, Jumlah Kunjungan Wisdom ke Bali Melonjak
Putu Astawa

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) pada masa liburan panjang di tengah pandemi Covid-19 yang berlibur ke Pulau Dewata, sangat disambut antusias masyarakat Bali.  

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa di Denpasar, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, melonjaknya kunjungan wisatawan domestik di tengah pandemi ini merupakan berkah bagi pariwisata Bali. Pasalnya, selama delapan bulan terakhir, jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis akibat wabah virus corona.

Pariwisata lanjut dia, selama ini menjadi motor penggerak  perekonomian Bali, dan lebih dari 75 persen masyarakat menggeluti bidang ini.

"Delapan bulan adalah waktu yang tidak singkat untuk kita beradaptasi dengan virus corona, yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi keberlangsungan perekonomian masyarakat secara umum," ujarnya.

Di sisi lain ia mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya dengan makin meningkatnya displin penggunaan masker. Hanya saja, kata dia, kerumunan yang terjadi belum dapat terurai dengan baik.

"Seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab virus corona cepat mengalami penularan dan penyebaran adalah di tengah kerumunan. Terutama ngobrol dengan lawan bicara tanpa masker, dan keramaian yang menimbulkan kerumunan tanpa jaga jarak," sebutnya.

Bagaimana dengan wisatawan sendiri? Menurutnya untuk memastikan wisatawan yang masuk Bali dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya klaster baru, maka wisatawan wajib memproteksi diri sebelum datang ke Bali.

"Syarat minimal bagi wisatawan adalah menunjukkan surat kesehatan rapid test atau pun Swab berbasis PCR. Sedangkan ketika berada di Bali, pemerintah daerah bersama Satgas Desa Adat dan pecalang bertugas mengawasi serta memantau wisatawan yang ada di tempat-tempat obyek wisata," terangnya.

"Salah satunya, mereka harus berani menegur apabila terjadi kerumunan dan bagi daerah obyek wisata wajib menyiapkan protokol kesehatan, seperti tempat mencuci tangan dan sabun," imbuhnya.

Seperti diketahaui, jumlah kunjungan wisatawan domestik mengalami peningkatan mulai 26 Oktober lalu mencapai 5 ribu orang. Selanjutnya, pada tanggal 27 Oktober meningkat menjadi 6300 orang, dan pada 28 Oktober meningkat mencapai 9500 orang.

Kunjungan wisatawan domestik ini berasal dari lima wilayah, yakni Cengkareng, Surabaya, Ujung Pandang, Lombok dan Halim. (BAS/PDN)