Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Bertemu Dewan Komisioner OJK, Koster Diskusikan Pemulihan Perekonomian Bali

Oleh Podiumnews • 08 November 2020 • 18:21:37 WITA

Bertemu Dewan Komisioner OJK, Koster Diskusikan Pemulihan Perekonomian Bali
Gubernur Koster saat bertemu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso untuk mendiskusikan upaya pemulihan perekonomi Bali dari dampak pandemi Covid-19, Sabtu (7/11), di Denpasar.

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Bali pada Maret lalu, kontan membuat industry pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian di Pulau Dewata terpuruk. Pemerintah Provinsi Bali tidak tinggal diam, berbagai upaya penanganan terhadap virus corona, termasuk terhadap pemulihan ekonomi terus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat bertemu dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso untuk mendiskusikan upaya pemulihan perekonomi Bali dari dampak pandemi Covid-19, di Kantor Otoritas Jasa dan Keuangan (OJK) Regional Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar, Sabtu (7/11)

Menurutnya, saat ini penyebaran virus corona di Bali sudah semakin terkendali. Terbukti dengan semakin menurunnya angka kasus terkonfirmasi positif tiap harinya, dan di sisi lain jumlah pasien sembuh terus meningkat.

Hal ini kata dia, tidak terlepas terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, dan peran serta desa adat bersama berbagai stakeholder dalam menekan penyebaran Covid-19 di Bali.

“Terkendalinya kasus Covid-19 di Bali telah menumbuhkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Diharapkan kondisi ini terus membaik sehingga Bali segera bisa membuka kunjungan bagi wisatawan mancanegara,” ujar Koster.

Sedangkan terkait pemulihan perekonomian Bali,  pemerintah telah melakukan berbagai upaya termasuk  meluncurkan gerakan “We Love Bali”. Tujuannya untuk mengajak wisatawan Nusantara berkunjung ke Bali, dan terbukti jumlah angka kunjungan terus meningkat pada belakangan ini.

Tak hanya itu, pemerintah juga membantu pelaku usaha pariwisata, seperti hotel dan restauran melalui bantuan hibah pariwisata yang saat ini sedang dalam proses penyaluran. Selain itu pihaknya pula sedang meminta pemerintah pusat untuk menyiapkan program pinjaman lunak bagi pengusaha pariwisata.

“Kami juga akan mengakselerasi bidang lainnya seperti pertanian, perikanan, UMKM serta koperasi dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi Bali,” sebutnya.

Di sisi lain pihanya menyampaikan apresiasi terhadap OJK yang telah mendukung berbagai program dan kebijakan Pemprov Bali, termasuk dalam menerapkan kebijakan stimulus ekonomi dari OJK dan pemerintah.

Sementara itu, Wimboh Santoso mengatakan perekonomian Bali yang didominasi pariwisata masih akan terdampak cukup lama akibat Covid-19. Sehingga dibutuhkan berbagai upaya untuk mendorong sektor ekonomi lain, seperti perikanan dan pertanian sebagai alternatif pemulihan ekonomi di Bali.

Pihaknya ingin ekonomi Bali bertahan seraya menunggu sektor pariwisata pulih kembali sejalan dengan meredanya Covid-19. Yakni dengan memperbesar porsi sektor perikanan dan pertanian, di samping menggenjot pariwisata domestik.

Wimboh Santoso menyebutkan, hingga 21 Oktober 2020 sudah mencapai Rp28,54 triliun untuk 184.002 debitur yang terdiri atas debitur UMKM sebanyak 83.399 dengan nilai Rp16,68 triliun. Sementara debitur KUR yang mendapatkan restrukturisasi 78.076 debitur dengan nilai Rp3,36 triliun. Untuk debitur perusahaan pembiayaan yang mendapatkan restrukturisasi sebanyak 98.828 kontrak dengan nilai Rp6,39 triliun.

“Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri atas 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun,” terangnya. (BAS/PDN)