Ubud Diary-RSJ Bali Gelar Pameran Seni Peringati Hari Kesehatan Nasional
BADUNG, PODIUMNEWS.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Ubud Diary bekerjasama dengan RSJ Provinsi Bali menyelenggarakan pameran ‘Seni di Tengah Pandemi’. Acara tersebut rencananya akan digelar di Gedung Diklat RSJ Provinsi Bali, Jl.Kesumayudha No.29, Kawan, Bangli, Kamis (12/11/2020).
Menurut manager Ubud Diary Ricard dalam rilis yang diterima, Selasa (10/11), kegiatan itu merupakan respon dan keinginan dari seniman-seniman Bali untuk berkontribusi dalam krisis pandemi covid-19 yang juga melanda pulau Bali saat ini.
“Sebagai seniman dan pelaku seni, kami ikut merasakan kesusahan dan perjuangan baik tim medis maupun pasien yang terdampak virus covid-19, oleh karena itu kami ingin berkontribusi dengan apa yang kami punya, yaitu seni,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan yang rencananya akan dibuka oleh istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster ini juga menunjukan peran aktif seniman muda dalam masyarakat dan akan terus menyumbang ide-ide kreatifitas baru.
Lebih lanjut, menurutnya seni dalam kebudayaan dan kebiasaan masyarakat Indonesia telah lama terlibat dalam setiap upacara tolak bala hingga penyembuhan penyakit jauh sebelum pengobatan modern ditemukan.
“Dengan bersenjatakan keindahan lukisan, kami berharap para pasien akan merasa senang karena hati yang gembira merupakan kunci dari kesembuhan yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Selain itu, ia berharap kegiatan ini mampu menjadi manifestasi dari konsep Nangun Sad Kerthi Loka Bali yang diusung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur dengan memanfaatkan rasa persaudaraan, tradisi, budaya, dan seni sebagai sebuah wadah expresi dan pergerakan yang halus namun kuat serta berdampak bagi semua.
“Taksu Bali hendaknya kembali bersinar dengan cara dan di tempat yang semestinya,” katanya.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat, penikmat seni dan budayawan untuk memupuk kesadaran bersama dan saling membantu dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, serta membangun apresiasi terhadap seni hasil ciptaan nenek moyang kita sebagai sebuah warisan luhur yang berharga untuk kita jaga dan kita kembangkan bersama-sama,” tutup Ricard. (RIS/PDN)