Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Cok Ace Sebut Bali Bersaing dengan Pariwisata Domestik

Oleh Podiumnews • 19 November 2020 • 20:44:37 WITA

Cok Ace Sebut Bali Bersaing dengan Pariwisata Domestik
Wagub Cok Ace saat memberikan keterangan pers.

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Bali sangat bertumpu pada sektor pariwisata. Sebelum Covid-19 sektor pariwisata menyumbang sampai 53% terhadap perekonomian Bali. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam Temu Responden 2020 yang diselenggarakan oleh BI Provinsi Bali, "What's Next on Bali Business After Covid-19", di kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung, Kamis (19/11).

"Pengaruh pandemi Covid-19 saat ini di Pulau Dewata jauh lebih signifikan dibandingkan Bom Bali dan meletusnya Gunung Agung. Namun (belakangan ini-red), pemulihan ekonomi mulai tampak sejak libur panjang  akhir Oktober lalu. Tingkat hunian kamar hotel mulai menunjukkan peningkatan sekitar 25-30%, didominasi oleh wisatawan domestik atau lokal," ujarnya.

Ditambahkannya, dari data statistik kunjungan wisatawan, sejak dibukanya pariwisata Bali untuk pasar domestik tanggal 31 Juli 2020, kunjungan wisatawan domestik ke Bali dari bulan September dan Oktober mengalami peningkatan sebanyak 37,30%.

"Pertumbuhan ekonomi Bali juga mengalami peningkatan dibandingkan Q2 (triwulan kedua) dengan Q3 (triwulan ketiga) menunjukkan pertumbuhan sebanyak 1,66%. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya PDRB triwulan III sebesar 55,37 triliun dibandingkan dengan triwulan II yang hanya sebesar Rp 54,33 triliun," sebutnya.

Ditemui seusai acara, Cok Ace mengatakan bahwa dalam kondisi sekarang, destinasi wisata Bali bersaing dengan destinasi domestik seperti Bandung atau Yogyakarta. Pasar wisatawan asing, sampai saat ini belum bisa tergarap karena masih berlaku pembatasan orang asing masuk Indonesia.

"Persaingan kita bukan persaingan antar negara sekarang, persaingan kita sekarang domestik, bagaimana merebut pasar wisatawan tingkat lokal," ujarnya.

Lanjut dia, data kunjungan wisatawan ke Bali pada triwulan IV 2020 anjlok dibandingkan periode yang sama di bulan Oktober -l Desember 2019. Cok Ace mengatakan, pada (18/11) wisatawan asing yang masuk ke Bali diatas 19 ribu dan wisatawan domestik diatas 13 ribu orang. "Bandingkan dengan sekarang, jumlah penerbangan 60, jumlah passangers-nya 6.000 lebih sedikit. Kita masih harus kerja keras," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Cok Ace juga memberikan komparasi, ketersediaan kamar di Bali ada 150 ribu. Sedangkan tingkat okupansi saat ini hanya 6.000 kamar. "Bagaimana kita bisa memenuhi ember yang besar dan menuangkan air dengan sendok teh," analogi Cok Ace.

Tokoh pariwisata Bali ini juga melihat, pergerakan ekonomi bisa ditopang dari aktifitas adat yang selama ini dilakukan pembatasan secara ketat. Padahal, menurutnya, Bali masih menyimpan kapital untuk menggerakkan kembali ekonomi. Hanya saja, kata Cok Ace, peredaran uang masih tertahan, atau hanya untuk kegiatan yang urgen. Masyarakat juga dalam posisi menunggu dan melihat perkembangan Covid-19.

"Andaikata upacara adat sedikit agak dilonggarkan, saya yakin peredaran uang di Bali akan lebih bagus. Karena ini masih dibatasi SE, masih belum dibolehkan, upacara adat besar-besaran," pungkasnya. (BAS/PDN)