Podiumnews.com / Khas /

KKN Unud di Bangli, Kenalkan Good Agriculture Practice Tentang Cabai

Oleh Podiumnews • 31 Juli 2017 • 04:09:42 WITA

KKN Unud di Bangli, Kenalkan Good Agriculture Practice Tentang Cabai
TEORI-Narasumber sedang memberikan penyuluhan budidaya hortikultura dan teori GAP kepada kelompok tani kurang mampu di Desa Pengotan.

BANGLI, Podiumnews-KKN Universitas Udayana di Pengotan, Bangli, membantu kelompok petani mengembangkan kapasitas keluarga kurang mampu. Salah satu program kerja adalah pemberdayaan, penyuluhan dan pelatihan tentang budidaya cabai rawit.

Program Hibah KKN PPM mahasiswa berkolaborasi dengan Desa Pengotan melakukan penyuluhan sekaligus pelatihan tentang penanaman cabai.Narasumber dalam pelatihan ini melibatkan tenaga penyuluhan dan teknis dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, kabupaten Bangli, yaitu Bapak Widana, wayan Gira, sedangkan narasumber dari Unud adalah Dr. Ir. I Gde Wijana, MS, dari Fakultas Pertanian.

Pelatihan penanaman cabai pada kelompok tani keluarga miskin dalam rangka peningkatan kapasistas dan keterampilan kelompok tani dilaksanakan selama 2 hari (27-28 Juli 2017) bertempat di ruang pertemuan kantor Desa Pengotan. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang keluarga kurang mampu yang berasal dari 8 dusun di wilayah desa Pengotan. Dusun delod umah, Dajan umah, Tiying desa, Sunting, Yoh, Penyebah,  Besenga, dan Dusun Padpadan.

Narasumber, I Gde Wijana memaparkan mengenai Good Agricultural Practices (GAP). GAP adalah sebuah teknis penerapan sistem sertifikasi proses produksi pertanian yang menggunakan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga produk panen aman dikonsumsi, dan usahatani memberikan keuntungan ekonomi bagi petani. 

Inti dari GAP adalah menitik beratkan pada 4 komponen yaitu  (1) keamanan konsumsi pangan; (2) pengelolaan lingkungan dengan benar; (3) keamanan, kesehatan dan kesejahteraan pekerja lapang; dan 4) jaminan kualitas produk.Untuk meningkatkan hasil budidaya baik secara kualitas dan kuantitas, dilakukan cara bercocok tanam yang baik dan benar. Baik saja tidak cukup tetapi harus baik dan benar, sehingga nantinya menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat bersaing dipasaran. (Net)