Permintaan Tinggi, Bali Disarankan Tanam Jeruk Keprok
DENPASAR, Podiumnews-Untuk saat ini jeruk impor yang masuk ke Indonesia hanya 5 persen dari keseluruhan kebutuhan jeruk di Indonesia. Jeruk impor ini adalah jeruk keprok, karena itu Bali yang juga dikenal penghasil jeruk disarankan bisa menanam jeruk keprok.
Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Kementan, Anang Triwiratno mengatakan, jeruk impor masih merajai jeruk nasional karena penjualannya yang strategis.
Untuk jeruk yang diimpor hanyalah jeruk kepruk, yang ternyata sangat digemari masyarakat Indonesia. Sedangkan ketersediaan jeruk jenis kepruk di Indonesia hanya 10 persen dari 95 persen jeruk nusantara yang tersedia. “Jeruk di Indonesia dari 54.000 Ha (hektare area), dari situ mayoritas hanya jenis siem seperti di Kintamani, Bali. Sedangkan jeruk keprok hanya 10 persen dari populasi jeruk di Indonesia. Sehingga hanya jenis keprok diimpor,” ujarnya dalam kegiatan press tour Humas dan Protokol Pemprov Bali, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Kota Batu, Jumat (28/7).
Dikatakannya di Indonesia ada 242 macam jeruk nusantara, diantaranya jeruk dataran tinggi dan daratan rendah. Jeruk daratan rendah seperti kepruk teringas, kepruk madura, kepruk borneo, dan keprok tejakula yang berkembang di Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan berkembang di daerah pantai sampai 200 mdpl.
Untuk itu pihaknya menyarankan untuk di Bali ditanam jeruk kepruk Batu 55. “Ini karena rasanya manis, warnanya menarik, dan waktunya bisa tahan lama bahkan sampai 15 hari tidak busuk,” sarannya. “Jeruk ini bisa ditanam di dataran rendah bukan di daerah dingin saja. Kita buat populasi 400 tanaman/hektar dalam tahun kelima satu pohon rata-rata bisa menghasilkan 50 kg/pohon. Kalau dikalikan 400 tanaman ada 20 ton jeruk dengan harga optimal Rp 7.500/kg,” usulnya.
Pihaknya juga sedang berusaha membuat teknologi agar jeruk bisa berbunga lima sampai sepuluh kali dalam setahun. Jika dibandingkan sekarang jeruk hanya berbunga tiga sampai lima kali per tahun.
Asisten Ketataprajaan Setda Pemprov Bali, Dewa Putu Eka Wijaya mengatakan Pemprov Bali sangat berkomitmen membangkitkan jeruk kepruk Tejakula yang semakin sedikut komoditinya karena penyakit CVPD. Nantinya untuk pengembangan jeruk Batu 55 Pemprov Bali akan melihat daerah mana yang berpotensi dikembangkan dan akan diberikan bibit gratis atau menggunakan aset Pemprov Bali. (Net)