Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Dipercantik, Jagat Natha Digelontor Rp 1,6 M

Oleh Podiumnews • 31 Juli 2017 • 15:03:08 WITA

Dipercantik, Jagat Natha Digelontor Rp 1,6 M
PATUNG PENARI - Lima patung penari anti lumut yang terselubung plastik sudah terpasang di antara dua pintu masuk Pura Jagat Natha.

JEMBRANA,podiumnews-Pemerintah Kabupaten Jembrana kini sedang giat mempersolek wajah kotanya. Untuk tahun anggaran saat ini, selain terus memoles taman kota di Gedung Kesenian Bung Karno dan Taman Pecangakan, juga sedang dilakukan penataan ruang terbuka hijau (RTH) Pura Jagat Natha, yang lokasinya menyatu dengan Pusat Pemerintahan, Taman Pecangakan dan Gedung Kesenian Bung Karno.

Pura Jagat Natha yang kini akan dilengkapi dengan hutan tanaman "usadha" dalam bentuk kebun raya, lokasinya terintegrasi dengan Puspem, taman kota dan Gedung Kesenian Bung Karno sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Untuk itu, Pura Jagat Natha selain sebagai tempat kegiatan yang bersifat religius juga secara langsung berkembang sebagai objek wisata terpadu yang banyak dikunjungi masyarakat lokal.

Untuk itu, kedepan pemerintah setempat berusaha melakukan penataan terhadap RTH Pura Jagat Natha, terutama pekerjaan pagar dan parkir. "Untuk menyulap RTH Jagat Natha menjadi lebih apik, kami telah anggarkan sekitar Rp 1,6 miliar," kata Bupati Artha beberapa waktu lalu.

Dikatakan pagar yang dibuat selain merupakan akses masuk ke Pura Jagat Natha juga akses utama masuk ke kebun raya. Pagar dibuat cukup megah dan artistik dengan menggunakan bahan batu alam dari karangasem, Lombok dan sejumlah daerah di Jawa.

Di bagian depan Pura, ada dua pintu utama yang dibuat berbentuk bulat (lingkaran) dengan ornamen ukiran khas Bali. Di antara dua pintu tersebut, ada lima patung penari yang terbuat dari bahan khusus anti lumut siap untuk menyambut para pengunjung atau umat yang akan bersembahyang di Pura Jagat Natha.

Pura yang digagas di jamannya Bupati IB Indigosa dan dirampungkan di jamannnya Bupati Gde Winasa ini memang cukup monumental. Apalagi Bupati Putu Artha sekarang terus  melakukan pembenahan dan penyempurnaan, sehingga keberadaan Pura yang bersebelahan dengan Gedung DPRD itu kini selsin berfungsi sebagai tempat persembahyangan untuk mohon keselamatan juga berfungsi sebagai objek wisata spiritual. (KP-001)