Gubernur Tinjau Perkembangan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali
KLUNGKUNG, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau perkembangan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang diawali dengan pengerjaan Normalisasi Tukad Unda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Minggu (31/1/2021) siang.
"Saya harap Kegiatan Pematangan Lahan untuk Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mulai sekarang sudah bisa diintegrasikan," ujar Gubernur kepada pihak pelaksana pekerjaan yaitu PT. Nindya Karya yang diterima, Senin (1/2).
Selain itu, ia juga mengingatkan untuk mengerjakan dengan cepat, cermat, dan aman, karena normalisasi itu menjadi bagian dari rencana besar Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.
Usai melihat kegiatan normalisasi di lahan Eks Galian C tersebut, Gubernur langsung mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Maryadi Utama, ST., M.Si dan pelaksana Pekerjaan Pengendalian/Normalisasi Tukad Unda.
Wayan Koster meminta Balai Wilayah Sungai Bali Penida untuk memastikan Pengerjaan Pengendalian Banjir 'Normalisasi' Tukad Unda yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 bisa selesai tepat waktu sampai tahun 2022.
Mengingat tujuan Pengerjaan Pengendalian Banjir ini untuk melakukan perlindungan wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Tukad Unda dan akan mampu menurunkan risiko bencana di wilayah Kabupaten Klungkung.
Sebelumnya, Gubernur Bali itu mengatakan bahwa pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan disokong dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar RP 2,5 Triliun. Sedangkan anggaran untuk normalisasi Tukad Unda, bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp. 270 Miliar.
Dilanjutkan dengan pembangunan kawasan penunjang berupa waduk/embung muara yang perencanaannya selesai disusun tahun 2021, sehingga mulai dilaksanakan tahun 2022, dan selesai tahun 2023.
Dengan demikian aliran air Tukad Unda akan terarah sesuai alur sungai yang telah dirancang sehingga tidak akan membahayakan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.
Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan dilengkapi dengan kawasan penunjang, kawasan pendukung, dan kawasan penyangga dengan total luas lahan 320 hektar. Ini merupakan kawasan yang paling lengkap dalam mengimplementasikan filosofi dan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (RIS/PDN)