Kolaborasi dan Digitalisasi Produk Lokal
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Berbicara mengenai kualitas produk dalam negeri atau produk lokal yang tidak kalah saing dengan produk dari mancanegara sebelumnya juga disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut menyampaikan hal tersebut saat mengikuti secara virtual Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021. Dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi lokasi pertama peluncuran kampanye Gernas BBI pada 2021.
Pada 2020, Gernas BBI telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai wujud dukungan terhadap pelaku UMKM Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19.
Belum usainya pandemi pada 2021 ini membuat dukungan terhadap UMKM Indonesia yang merupakan mayoritas penggerak ekonomi Indonesia perlu dilanjutkan. Gernas BBI 2021 sendiri mengambil tema Produk Artisan Indonesia 2021 Untuk Kita Indonesia dan Dunia.
Gernas BBI juga bertujuan untuk mengubah pola pikir konsumen bahwa produk UMKM kita nyatanya memiliki kualitas premium dan membanggakan.
Gernas BBI hadir untuk mendorong transformasi digital UMKM di masa adaptasi kebiasaan baru. Ada 6,1 juta UMKM yang ditargetkan masuk platform ekosistem digital (onboarding) setiap tahunnya hingga 2023.
Sebagaimana yang disampaikan Luhut Pandjaitan, Gernas BBI merupakan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta agar produk UMKM artisan semakin dibeli masyarakat. Pemerintah menargetkan Gernas BBI di 2021 mampu membangkitkan ekonomi Bali di Januari ini lalu dilanjutkan di provinsi lain.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu mengharapkan agar pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada UMKM, sehingga kegiatan menjadi berkelanjutan.
Pemerintah daerah bisa mengarahkan pelaku UMKM untuk menciptakan produk berkualitas sehingga bisa menjadi nilai jual tinggi hingga ke pasar internasional. Dukungan terhadap Gernas BBI harus ditunjukkan hingga ke akar rumput, ke desa-desa yang menjadi simpul produksi UMKM.
Pejabat atau tokoh-tokoh masyarakat harus dapat menunjukkan keteladanan dengan membeli dan menggunakan produk UMKM dalam negeri.
Dengan tangan-tangan terampil perajin di Bali, Odo meyakini produk UMKM Bali tidak kalah dengan produk-produk brand ternama dari luar negeri.
Sebagus apapun produk yang dihasilkan perajin, tidak akan diketahui konsumen jika kini tak bersentuhan dengan teknologi informasi atau digitalisasi.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021, sekaligus mendorong UMKM untuk memantapkan digitalisasi dari hulu hingga ke hilir.
"Kita tidak tahun kapan pandemi COVID-19 akan selesai, sehingga kami terus berusaha mendorong digitalisasi dan menjadikan 2021 ini sebagai tahun UMKM," kata Kepala Perwakilan BI (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho.
Trisno menambahkan, selama ini selalu Bank Indonesia senantiasa mendukung gerakan mempromosikan produk buatan UMKM dalam negeri baik dalam berbagai kegiatan nasional maupun internasional.
Bank Indonesia juga turut melibatkan asosiasi perbankan untuk ikut memajukan pelaku UMKM melalui produk-produk berkualitasnya.
Di era digitalisasi seperti sekarang, Bank Indonesia pun ikut berkontribusi memudahkan sistem pembayaran dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diharapkan akan semakin menyambungkan pelaku usaha dengan dunia digital.
Digitalisasi yang didorong tidak hanya untuk pemasaran, tetapi juga mulai dari di hulu atau proses produksi, kelembagaan, pembiayaan hingga hilirisasinya.
Sinergi pemasaran dapat ditempuh dengan mengoptimalkan marketplace e-commerce, media sosial, gerai ritel seperti di bandara, pusat perbelanjaan di kota-kota utama dalam negeri serta optimalisasi marketplace, toko ritel produk Indonesia hingga jaringan diaspora dan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan terkait di Pulau Dewata untuk memasifkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) sebagai upaya penguatan ekonomi lokal.
"Karena sudah menjadi gerakan, menjadi tugas kita bersama untuk memberdayakan sumber daya lokal dan potensi lokal dan harus lebih dimasifkan lagi gerakan ini," ujarnya.
Pemprov Bali sebelum adanya Gernas BBI juga telah membuat berbagai kebijakan ekonomi untuk pemberdayaan UMKM lokal dan pemerataan kesejahteraan ekonomi diantaranya dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah harus 40 persennya menyerap produk UMKM lokal.
Kini, ketika ada Gernas BBI, sesungguhnya membuat kebijakan di Pemprov Bali menjadi lebih masif dan hal yang sama didorong untuk diterapkan di kabupaten/kota, terkait pengadaan barang dan jasa, yang memungkinkan UMKM lokal turut mengambil peran.
Gernas BBI sebagai gerakan yang mulia untuk memberikan penghargaan dan menyelamatkan UMKM harus dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan dan membumi.
"Jangan sampai berhenti pada gerakan yang sebatas seremonial. Jangan sampai gerakan ini melukai UMKM kita dan memberikan harapan sesaat. Kita harus bertanggung jawab terhadap gerakan yang kita lakukan ini," pesan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri Rakor Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. (ANT/DEV/PDN)