Gubernur Koster Ajak Sira Arya Gajah Para Bersama Membangun Bali
KLUNGKUNG, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Pratisentana Sira Arya Gajah Para turut serta bersama membangun Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali guna mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala.
Ajakan itu disampaiakan Gubernur Koster saat membuka Mahasabha Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas pada Jumat (12/2) di Klungkung.
"Mahasabha ini sangat penting dilaksanakan untuk memperkuat jati diri kita sebagai warga Bali, sekaligus momentum untuk menyatukan kekuatan membangun Bali,” ujarnya.
Bali kata Koster, secara luas wilayah merupakan pulau kecil, namun di sisi lain memiliki keunggulan akan keindahan alam didukung sumber daya manusia berkualitas dan budaya yang adiluhung. “Untuk itu apa yang sudah menjadi warisan leluhur, kita harus jaga dan dilindung," tegas Koster.
Oleh sebab itu, dirinya sejak dilantik sebagai gubernur Bali fokus memperkuat dengan kebijakan pada pemajuan kebudayaan Bali yang berpihak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Misalnya lanjut dia, dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali yang bertujuan menguatkan identitas budaya Bali. "Dari kebijakan ini, astungkara ekenomi rakyat yang mengeluti usaha busana adat Bali mendapatkan dampak positifnya,” sebut Koster.
Kemudian hal itu dilanjutkan dengan mendaftarkan kain tenun endek Bali sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.
“Pemerintah Provinsi Bali juga melakukan kerjasama dengan Rumah Mode Christian Dior di Paris, Prancis dalam menggunakan kain tenun endek Bali sebagai busana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mahasabha Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas I Ketut Suadnyana mengatakan mahasabha ini dapat mempererat persaudaraan Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bratara Sira Arya Getas di seluruh Indonesia. Selain itu juga untuk membentuk kepengurusan tingkat pusat.
“Hingga saat ini ada pengurus Pura kawitan, Pura Dadia sebanyak 158 dadia yang tersebar di Bali, Lombok, Kalimantan dan Sumatera,” kata Suadnyana. (RIS/ISU/PDN)