Podiumnews.com / Aktual / News

Gubernur Koster Tinjau Produksi Kain Tenun Endek Bali di Desa Sulang, Klungkung

Oleh Podiumnews • 22 Februari 2021 • 22:35:07 WITA

Gubernur Koster Tinjau Produksi Kain Tenun Endek Bali di Desa Sulang, Klungkung
Gubernur Koster Tinjau Produksi Kain Tenun Endek Bali di Desa Sulang, Klungkung. (Foto: Istimewa)

KLUNGKUNG, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mengunjungi tempat produksi Kain Tenun Endek Bali ‘Tenun Ikat Astika’ di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (21/2) pagi usai peletakan batu pertama Pembangunan Kantor MDA Klungkung.

Di lokasi, Gubernur Bali melihat sebagian besar kaum ibu rumah tangga yang tinggal di wewidangan Desa Adat Sulang memiliki skill sebagai penenun menggunakan alat tenun tradisional (Alat Tenun Bukan Mesin/ATBM yang digerakan oleh manusia dalam posisi duduk, red). Mereka memanfaatkan warisan budaya Bali ini sebagai sumber utama pendapatan ekonomi.

Pemilik tempat produksi Tenun Ikat Astika, Jro Mangku I Nyoman Dharma ditemani anaknya Ni Kadek Yadnyani menjelaskan selama pandemi Covid-19, ada total 33 penenun dari yang dulunya 50 orang masih aktif bekerja di sana.

Para penenun ini sebagian besar membuat Kain Tenun Endek Bali bermotif Saraswati, Ceplok, Sesapi, Cempaka, motif alam berupa Bun-bunan, dengan menggunakan bahan dasar benang sutra.

"Mengenai harganya, di masa pandemi Covid-19 saya menurunkan harga Kain Tenun Endek Bali ini dari Rp 200 ribu untuk satu kain yang berukuran 2,25 m x 105 m, menjadi Rp 180 ribu. Sehingga dengan hadirnya Surat Edaran Gubernur saya berharap makin banyak peminatnya,” ungkap Ni Kadek Yadnyani dalam rilis yang diterima, Senin (22/2).

“Namun dengan menjamurnya produksi Endek Jawa di pasaran, saya memohon kepada seluruh pegawai pemerintahan agar memberikan contoh untuk membeli Kain Tenun Endek Bali produksi orang lokal Bali agar bisa digunakan sebagai pakian kerja," imbuh penerus usaha tenun orang tuanya yang sudah dirintis sejak tahun 1988 dan berkembang di tahun 1994 silam itu.

Dilain sisi, Gubernur Koster membenarkan apa yang disampaikan Kadek Yadnyani. Menurutnya cara melestarikan warisan budaya harus diawali oleh gerakan gotong royong di masa pandemi Covid-19. Baik dari pemerintah pusat hingga Daerah, beserta seluruh jajaran.

Hal itu yang menjadi dasar Gubernur menerbitkan SE penggunaan kain Endek Bali. Dimana pegawai yang mendapatkan gaji dan tunjangan bulanan agar membeli Kain Tenun Endek Buatan lokal Bali sebagai pakaian/busana berbahan Kain Tenun Endek Bali, dan digunakan pada setiap Hari Selasa.

"Sehingga Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali benar-benar diimplementasikan, dan dampaknya akan dirasakan oleh para Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM yang bergerak di bidang Industri Tenun Bali, agar ekonominya bisa bangkit di masa pandemi Covid-19," jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode ini sambil membeli Kain Tenun Endek Bali produksi Tenun Ikat Astika Desa Sulang.

Setelah mengunjungi Tenun Ikat Astika Desa Sulang, Gubernur Bali jebolan ITB ini kemudian menuju Pasar Seni Semarapura yang berlokasi di Pusat Kerajaan Puri Agung Klungkung serta berlanjut ke Pasar Seni Klungkung.

Gubernur Koster yang didampingi Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan Sekda Klungkung, Gde Putu Winastra menyempatkan berbelanja sayuran daun kelor dan Kain Endek Bali yang dijual oleh pedagang di pasar yang dikunjungi. (RIS/PDN)