Podiumnews.com / Aktual / News

"Desa Cokelat Bali" Jadi Wisata Baru di Tabanan

Oleh Podiumnews • 01 Maret 2021 • 18:57:59 WITA

"Desa Cokelat Bali" Jadi Wisata Baru di Tabanan
Pengunjung objek wisata

TABANAN, PODIUMNEWS.com - Kabupaten Tabanan, Bali, kini memiliki objek wisata, yakni "Desa Cokelat Bali" yang berlokasi di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, yang mengedukasi anak-anak tentang bagaimana proses penanaman buah coklat hingga proses pembuatannya.

"Sejak kami buka pada Oktober 2020, Desa Cokelat Bali, kini menjadi destinasi paling dicari oleh wisatawan dan warga lokal," kata pemilik Desa Cokelat Bali, I Wayan Alit Artha Wiguna, di lokasi wisata setempat, Minggu (28/2).

Ia mengatakan alasan para pelancong memilih tempat liburan ke Desa Cokelat Bali tersebut selain berwisata, mereka juga diberikan kesempatan untuk melihat berbagai jenis pohon coklat dan pilihan yang menarik lainnya adalah mencoba tantangan bagaimana membuat coklat itu sendiri hingga layak dikonsumsi.

"Sampai di lokasi, para pelancong yang baru tiba, sebelum menerima tantangan untuk membuat cokelat, mereka terlebih dahulu diajak berkeliling oleh pemandu wisata guna melihat pohon-pohon coklat jenis kakao dan melihat proses pembuatan hingga pengemasan coklat yang siap untuk dikonsumsi di balik kaca ruangan yang sudah disiapkan," ujarnya.

Pemilik Desa Cokelat Bali itu menambahkan tujuannya mendirikan objek wisata Desa Coklat Bali adalah untuk mengedukasi wisatawan agar mereka mulai mengenal coklat dari mulai menanam, mengolah, dan membuat coklat.

"Dengan harga tiket Rp20 ribu per orang, wisatawan akan dikenalkan oleh pemandu berbagai jenis tanaman coklat dari mulai cokelat lokal dan impor," katanya.

Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di objek wisatanya, selain memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, pihaknya juga melakukan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Mudah-mudahan dengan adanya Desa Cokelat Bali dapat bermanfaat bagi generasi muda, khususnya agar mereka bisa melihat langsung proses pembuatan dan ikut melestarikan hasil produk lokal petani coklat di Bali," katanya.

Nana, seorang pengunjung mengaku senang bisa berlibur ke Desa Cokelat Bali. "Bagus dan senang, ini pengalaman pertama yang menyenangkan, jadinya saya tahu sekarang bagaimana membuat coklat sendiri, nanti ini saya praktekkan di rumah," ujar siswi kelas 3 SD itu. (ANT/DEV/PDN)