Kisah Fredrik Billy, Peraih Emas Pertama Kempo Bali
DENPASAR, podiumnews | Kalangan olahraga di Bali khususnya Kempo sudah tidak asing lagi dengan nama Fredrik Billy. Pasalnya pria ini sekarang menjabat Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali, serta Bidang Hukum dan Etika KONI Bali.
Namun kalau soal prestasinya sebagai kenshi silam dengan penyumbang emas pertama cabang olahraga (cabor) kempo untuk Bali, pada PON XII 1989 di Jakarta, mungkin hanya sedikit yang tahu. Ya, Fredrik Billy penyumbang emas itu di nomor randori atau laga kelas 45 kg.
“Saat di final silam, saya berhadapan dengan kenshi Papua yang postur tubuhnya lebih besar dari saya. Tapi saya tak entar sedikitpun menghadapinya. Justeru saya banyak memberikan tekanan kepada lawan, agar permainannya tidak berkembang,” kenang Fredrik Billy, Minggu (13/8).
Tak dipungkirinya, meski banyak memperoleh poin melalui pukulan dan tendangannya, namun dirinya akhirnya dinyatakan menang dan berhak atas medali emas, di fase perpanjangan waktu. Pasalnya di babak normal, poin dirinya dan lawannya sama.
“Saat itu saya ingat sekali bonus atlet peraih emas itu Rp 2 juta. Dan saya ditawari menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tapi saya tidak menerima itu. Pasalnya saya merasa kurang cocok menjadi PNS,” imbuh Fredrik Billy.
Baginya, menyumbangkan medali emas pertama untuk cabor kempo di PON, termasuk memberikan prestasi itu kepada Bali sudah merupakan kebanggaan tersendiri. Artinya sesuai dengan perjuangan dan kesiapannya.
“Saya mempersiapkan semua itu dengan kerja keras. Rutin saya memukul kayu kaki saya keduanya hampir setiap hari, agar kaki saya keras. Selain itu untuk fisik, sudah biasa rutin lari saat latihan naik turun atau sebaliknya di Kintamani. Ternyata kerja keras persiapan itu sepadan dengan prestasi yang saya raih,” tutup Fredrik Billy. (rie)