Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Perajin Perak Bali Diajak Ubah Pola Produksi dan Pemasaran di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Podiumnews • 18 Maret 2021 • 22:01:02 WITA

Perajin Perak Bali Diajak Ubah Pola Produksi dan Pemasaran di Masa Pandemi Covid-19
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Koster dalam dialog Apa Kabar UMKM (AKU Bali) dengan tema Bangkitnya Kerajinan Perak Bali bersama Ketua APB (Asosiasi Perak Bali) I Nyoman Patra, di studio TVRI Bali, Kamis (18/3). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Koster mengajak perajin perak di Bali untuk melakukan perubahan sistem dan pola pemasaran produk yang nantinya akan berimbas pada kesejahteraan perajin. 

Dalam dialog Apa Kabar UMKM (AKU Bali) dengan tema Bangkitnya Kerajinan Perak Bali bersama Ketua  APB (Asosiasi Perak Bali) I Nyoman Patra, di studio TVRI Bali, Kamis (18/3), Putri Koster juga menyebut optimisme adalah modal untuk dapat keluar dari tekanan dampak Covid-19.

"Perlu rasa optimisme sebagai kekuatan saat ini. Dengan bermodalkan rasa optimisme dan memperkuat keyakinan, maka para perajin IKM/UKM kita akan dapat berkreativitas dan mengembangkan ide-ide baru, dengan cara menata hal baru di masa seperti saat ini," jelas Ny Putri Koster.

Menurutnya, ciri khas kerajinan Bali yang merupakan warisan leluhur harus terus di jaga sehingga dapat menentukan produk dan menjaga kestabilan harga.

Diperlukan pula kerja sama dan koordinasi antara pemerintah dengan perajin UKM/ IKM, dimana perajin memiliki kewajiban dalam menata keteraturan produksi dengan mempertahankan desain yang terbatas (limited edition).

“Perajin perak harus mampu mempertahankan karya unik dan kreativitas dengan peningkatan kualitas, peningkatan mutu dan bahan perak yang murni, maka yakin perajin perak dapat mempertahankan sebutan Bali sebagai penghasil perak terbaik di dunia,” ujarnya.

Untuk tetap mempertahankan autentik atau identitas sebuah karya perak yang diciptakan, maka seorang perajin harus tetap menciptakan karyanya yang berpatokan dengan cerita atau sejarah leluhur yang menggambarkan karakter Bali dan kental dengan nuansa sakral.

"Jangan berpatokan bisnis semata, lantas kita abaikan tugas kita untuk melestarikannya. Mari kita jauhkan dunia tipu-tipu dengan menjaga kualitas, agar tidak merusak pasar dan menyebabkan kita kehilangan konsumen," tegas Ny Putri Suastini Koster.

Dekranasda berperan menyampaikan produk produsen kepada konsumen, sehingga dengan adanya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) diharapkan mampu menjadikan perajin semakin disiplin untuk menjaga hasil karyanya agar tidak ditiru oleh perajin dan pihak lain.

"Dengan pesanan yang banyak atau kuantitas yang banyak, maka generasi muda juga akan tertarik untuk turut melestarikan dan mengembangkan kekayaan leluhur kita, dengan membenahi sistem dan pola yang nantinya akan berpengaruh terhadap kesejahteraan, maka pekerjaan untuk meneruskan pelestarian leluhur akan dicintai oleh generasi muda dan secara tidak langsung mereka juga akan bangga untuk menciptakan karya seni yang lebih inovatif," ujar Ny Putri Koster.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, pemerintah dengan perajin UKM/ IKM juga diminta bergandengan tangan untuk menyiapkan pasar, sarana prasarana, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sekaligus menguasai teknologi untuk mempromosikan hasil produksi.

Ketua Asosiasi Perak Bali (APB) I Nyoman Patra mengatakan bahwa gebrakan Bali Bangkit oleh Dekranasda memberikan kesempatan bagi perajin untuk melakukan gerakan baru, terutama pelaku UMKM.

"Dengan mengembangkan diri, maka dapat diyakini akan mampu membangkitkan hasil perak untuk dunia, sehingga dukungan perajin dalam menciptakan karya yang unik dengan kualitas dan bahan yang baik akan menjadikan UMKM perak Bali mampu kembali bersaing di kancah internasional dengan desain dan motif yang bervariasi ditambah pula dengan menuangkan nilai seni leluhur di atas kerajinan perak akan lebih mengundang penikmat perak dari segala penjuru belahan dunia, karena prospek perajin perak dalam bersaing di kancah internasional memiliki peluang besar, ditambah juga perak menjadi daya tarik yang saat ini mulai digunakan oleh anak muda," ujar Ketua APB I Nyoman Patra.

Selain emas, perak saat ini juga mampu menjadi sarana investasi, yang dapat disimpan dalam bentuk batangan atau perhiasan. Dengan demikian, perlu dilakukan penataan di bidang regulasi dan pembinaan, karena pelestarian dan pengembangan akan memberi pengaruh baik bagi kesejahteraan perajin. (RIS/PDN)