Podiumnews.com / Khas /

Tabanan Diguyur Hujan di Hari Raya Imlek, Umat Konghucu Yakini Pertanda Berkah

Oleh Podiumnews • 05 Februari 2019 • 17:35:24 WITA

Tabanan Diguyur Hujan di Hari Raya Imlek, Umat Konghucu Yakini Pertanda Berkah
Suasan Imlek di salah satu Vihara di Pupuan, Tabanan. (istimewa)

TABANAN, PODIUMNEWS.com - Hujan gerimis bertepatan dengan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (5/2/2019) pagi, membasahi Kota Tabanan.

Hujan yang beralangsung sekitar setengah jam itu memiliki makna tersendiri bagi umat umat Konghucu termasuk di Tabanan.
 
Konon hujan yang turun saat Hari Raya Imlek membawa berkah bagi umat manusia.  Terlebih hujan yang dibarengi dengan angin kecang dan suara gemuruh akan membawa berkah dan kesejahteraan.
 
Menurut Lien Surya Hadinata  salah satu tokoh warga Tionghoa Tabanan mengatakan, setiap pergantian tahun baru Imlek biasanya dibarengi dengan hujan dan angin. “Hujan melambangkan kesuburan dan kemakmuran,” ucapnya.

Dijelaskanya, hari raya Imlek di Negeri Cina biasanya bertepatan pada pergantian musim antara musim hujan dan musim semi. Jadi hujan dan angin pasti mewarnai perayaan Imlek di sana.

“Kalau di sana di China kan ada beberapa musim, biasanya Imlek itu bertepatan dengan  pergantian antara musim hujan ke musim semi. Jadi hujan dan angin  terjadi menjelang Hari Raya Imlek,” jelasnya.

Ia pun meyakini apabila hujan dan angin turun menjelang dan saat Imlek akan membawa hal yang positif  yang tentunya bermuara pada berkah kemakuran dan kesejahteraan.
 
Harapanya di hari Raya Imlek 2570 yang melambangkan babi tanah ini agar diberikan kesehatan, lebih baik lagi, diberikan kelancaran dan tentunya kesuburan.

“Ke depan supaya tetap diberikan kesehatan, dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” harapnya.
 
Sementara itu umat Khonghucu Tabanan mulai pagi sudah memadati Kong Co Bio Wihara Dharma Cattra di Jalan Melati, Tabanan.

Meskipun hujan rintik-rintik mengguyur Tabanan, namun umat Khonghucu sangat antusias melangsungkan persembahyangan  untuk memohon keselamatan, kesuburan dan kemakuran di Hari Raya Imlek 2570. (ISU/PDN)