Suami Menderita Lumpuh, Luh Sepiningsih Harapkan Bantuan Pekerjaan
JEMBRANA, PODIUMNEWSA.com - Bagai peribahasa untung tak dapat raih, malang tak dapat ditolak, demikianlah barangkali gambaran nasib yang dialami keluarga I Gusti Sura Putra.
Sejak mengalami stroke dua bulan lalu, pria yang tinggal Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara, Jembrana ini, beserta keluarganya untuk biaya kehidupan sehari-hari mesti mengandalkan belas kasihan dari kerabat mereka.
Penderitaan keluarga malang ini berawal ketika Sura Putra yang sehari-hari bekerja sebagai sopir di Denpasar ini mendadak terkena stroke hingga menyebabkan kelumpuhan. Oleh sang istri Ni Luh Sepiningsih akhirnya diboyong pulang ke Jembrana.
"Ingin therapi tapi kami tidak mempunyai biaya sama sekali. Karena sejak suami saya tidak bisa bekerja lagi, praktis ekonomi keluarga menjadi lumpuh," tuturnya.
Selain itu, akibat tak mempunyai uang simpanan sepeser pun, keluarga ini juga tak mampu membayar uang kost. Beruntung masih ada keluarga yang bersedia menampung mereka.
"Kebetulan ada keluarga mempunyai rumah tidak ditempati, dan kami diizinkan tinggal di sini," terangnya.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Putri sulung mereka yang baru bekerja mesti berhenti dari pekerjaannya akibat adanya pengurangan karyawan. Padahal kedua adik kembarnya yang duduk di sekolah dasar (SD) masih membutuhkan biaya sekolah.
"Anak saya juga ingin kerja lagi. Mudah-mudahan ada yang menerima. Mungkin kerja di toko atau dimana," harapnya.
Luh Sepiningsih juga tak ingin berpangku tangan, ia ingin bekerja agar tidak terlalu membebani putri sulungnya.
"Saya mau kerja dari sore sampai malam. Mungkin bantu-bantu pedagang atau pekerjaan lain. Yang penting halal. Kalau pagi sampai sore saya harus merawat suami dan anak-anak masih kecil. Jadinya bisa dari sore," katanya.
Atas kondisi yang dialami keluarganya pihak kelurahan telah berupaya memberi bantuan dengan mengusulkan program bedah rumah kepada Pemkab Jembrana.
"Kebetulan kami masih memiliki sepetak tanah, namun tidak punya ongkos untuk membangun. Pak Lurah sudah mengatakan akan diusulkan bedah rumah," ujarnya. (ISU/PDN)