Podiumnews.com / Khas /

PENTINGNYA BUKU DIGITAL DI SEKOLAH

Oleh Podiumnews • 15 Agustus 2017 • 13:50:32 WITA

PENTINGNYA BUKU DIGITAL DI SEKOLAH
Foto kegiatan

DENPASAR, podiumnews | Banyak orang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Melalui buku kita dapat memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat. Dalam dunia pendidikan peranan buku sangatlah penting, karena buku merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan dalam membantu kelancaran proses pembelajaran.

Dewasa ini perkembangan dan perubahan bentuk buku sudah mulai tampak seiring kemajuan teknologi informasi. Bentuk buku dewasa ini sudah mengalami evolusi, mulai dari bentuk cetak sampai dengan bentuk digital. Pada dasarnya buku cetak merupakan kumpulan kertas yang berisikan tulisan dan gambar yang mengadung informasi/pengetahuan tertentu, kemudian dijilid menjadi satu kesatuan dengan kemasan yang menarik dan disesuaikan dengan informasi yang dibahas didalamnya.

Sedangkan buku digital merupakan buku cetak yang dikemas dalam bentuk elektronik. Buku digital sering juga disebut dengan e-book. Perbedaan utama dari buku cetak dan buku digital adalah terletak dari kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kelebihan dan kekurangan pada masing-masing bentuk tersebut, baik buku dalam versi cetak maupun versi digital ternyata dapat saling melengkapi satu sama lainnya.

Adapun kelebihan buku cetak adalah mata tidak cepat lelah dalam membaca buku, sensasi penciuman dan sentuhan kertas cetak yang lebih terasa, dapat dibaca langsung tanpa memerlukan keterampilan komputer secara khusus, tidak memerlukan alat elektronik untuk dapat membaca isi buku. Sedangkan, kelebihan buku digital adalah tidak membutuhkan biaya yang besar bahkan gratis untuk memperolehnya, tidak memerlukan ruang penyimpanan yang besar, tahan lama dan tidak cepat rusak, mudah didistribusikan karena berbantuan teknologi informasi.

Kelemahan buku cetak antara lain: memerlukan biaya untuk produksi/cetaknya, boros tempaat penyimpanan, tidak tahan lama karena bahannya dari kertas, perlu agen khusus/penerbit untuk mendistribusikannya. Sedangkan, kelemahan buku digital, antara lain: mata cepat lelah dalam membaca karena radiasi komputer yang tinggi, membutuhkan keterampilan komputer secara khusus, membutuhkan peralatan khusus untuk membuka isi buku, tidak ada sensasi penciuman dan sentuhan sebagai ciri khas yang dimiliki oleh buku cetak.

Terlepas dari kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh buku cetak ataupun buku digital, banyak juga orang beranggapan dengan kehadiran buku digital akan merusak pasar buku cetak atau akan menggantikan fungsi buku cetak secara keseluruhan. Namun anggapan tersebut masih keliru, justru dengan kehadiran buku digital saat ini mampu menjadi sarana untuk mempromosikan bahkan melengkapi bentuk buku cetak dalam versi digital sehingga pembaca bisa mencari dan mengakses informasi tentang buku tersebut kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Keberadaan buku cetak dan kehadiran buku digital bisa diibaratkan dengan keberadaan tangga dengan kehadiran escalator, dimana masing-masing mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai fasilitas untuk dapat membawa naik seseorang dari lantai dasar ke lantai atas, namun dengan bentuk yang berbeda. Jika menggunakan tangga, maka kita perlu melangkahkan kaki tahap demi tahap dari tangga bawah sampai tangga atas.

Sedangkan, jika menggunakan escalator, maka kita hanya diam berdiri, kemudian mesin escalator yang menggerakkan kita secara otomatis dari lantai dasar ke lantai atas. Dengan memperhatikan perumpamaan tersebut, maka seyogyanya buku cetak dan buku digital dapat tetap digunakan secara bersama-sama dalam memperoleh pengetahuan/informasi yang bermanfaat pada umumnya dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran di sekolah pada khususnya.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, segenap insan pendidikan di sekolah baik guru maupun peserta didik sudah diarahkan untuk mengetahui dan mampu untuk menggunakan buku digital dalam proses pembelajaran. Bahkan guru di sekolah juga sudah diharapkan untuk mampu membuat sendiri buku digital.

Pentingnya buku digital dalam proses pembelajaran di sekolah didasarkan atas beberapa hal antara lain: 1) adanya kemajuan teknologi informasi yang memberikan ruang dan sarana untuk dapat menciptakan bahan/media pembelajaran kreatif; 2) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 Pasal 11 yang pada intinya menyatakan bahwa “pendidik, tenaga kependidikan, anggota komite sekolah/madrasah, dinas pendidikan pemerintah daerah, pegawai dinas pendidikan pemerintah daerah, dan/atau koperasi yang beranggotakan pendidik dan/atau tenaga kependidikan satuan pendidikan, baik secara langsung maupun bekerjasama dengan pihak lain, dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di satuan pendidikan yang bersangkutan atau kepada satuan pendidikan yang bersangkutan, kecuali buku-buku yang hak ciptanya sudah dibeli oleh Departemen, departemen yang menangani urusan agama, dan/atau Pemerintah daerah”; 3) Undang-undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2017 Pasal 57 yang menyatakan bahwa pengembangan buku elektronik dapat dilakukan melalui: a) penerbitan naskah buku dalam bentuk buku elektronik; dan b) pengonversian buku cetak ke dalam bentuk buku elektronik.

Dengan pentingnya kebutuhan buku digital dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah, maka timbul keasadaran salah satu sekolah yang ada di propinsi Bali, khususnya di Kabupaten Gianyar, Kecamatan Ubud yaitu SMA Negeri 1 Ubud untuk menggerakkan dan memotivasi para gurunya agar mampu menggunakan dan bahkan mampu untuk membuat buku digital.

Salah satu bukti upaya yang dilakukan pihak SMA Negeri 1 Ubud untuk menggiatkan kemampuan guru untuk membuat buku digital yaitu diselenggarakannya kegiatan Workshop pembuatan Buku Digital yang telah dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2017 dengan narasumber yaitu Dr. Dewa Gede Hendra Divayana, S.Kom.,M.Kom yang merupakan Dosen jurusan Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Pendidikan Ganesha. 

Adapun materi yang dijelaskan oleh narasumber saat workshop adalah tentang pentingnya buku digital dalam membantu proses pembelajaran di sekolah dan juga memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Kvisoft Flipbook Maker untuk membuat buku digital.

Harapan narasumber terhadap kegiatan workshop ini adalah para guru, khususnya yang ada di SMA Negeri 1 Ubud dapat memahami manfaat penting kehadiran buku digital yang digunakan sebagai bahan ajar interaktif penunjang proses pembelajaran di sekolah dan juga diharapkan guru dapat mengenal dan mampu membuat buku digital dengan menggunakan salah satu aplikasi yaitu Kvisoft Flipbook Maker sebagai alternatif untuk membuat buku digital. (*)