Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Meat-O Ajengan, Café dan Resto Modern “Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima”

Oleh Podiumnews • 11 Juni 2021 • 21:12:29 WITA

Meat-O Ajengan, Café dan Resto Modern “Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima”
Manager Meat-O AA Gede Satria Wibawa (kiri) dan AA Subamia alias Agung Bamia sebagai Owner dan Ketua Yayasan Abiantimbul Sakti Intaran Sanur (kanan). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kota Denpasar, khususnya kawasan Sidakarya kini telah hadir referensi baru tempat makan dan nongkrong asik nan kekinian, yakni Meat-O Ajengan (Cafe dan Resto).

Hadir dengan konsep arsitektur modern, kualitas makanan terbaik, higiene sanitasi tinggi, namun dengan harga yang ramah di kantong atau bisa dikatakan `rasa bintang lima, harga kaki lima`. Ada live music yang akan membuat suasana makan bersama keluarga, orang terkasih atau teman tongkrongan kita semakin asik.

"Dibandingkan yang lain kita punya tempat yang luas, dengan arsitektur yang bagus, juga kualitas makanannya bisa dibilang cukup tinggi, higiene sanitasi yang bagus, juga harganya yang bisa kita bilang sangat-sangat terjangkau. Makanan mulai 10 ribuan, minuman mulai 6 ribuan. Jadi bisa kita bilang sangat murah sekali untuk sekelas café dan resto seperti ini," ungkap AA Gede Satria Wibawa, Manager Meat-O, ditemui di Meat-O Ajengan, Sidakarya, Denpasar, Kamis (10/6) malam.

Adapun makanan unggulan di Meat-O Ajengan ini adalah Swedish Meatball (Bakso Swedia). Meski namanya luar negeri, namun bahan baku yang digunakan pure lokal kualitas terbaik. Meski unggulannya Swedish Meatball, Meat-O Ajengan lebih banyak menyajikan masakan rumahan dan tradisional, seperti; Soto Ayam, Soto Sapi, Nasi Campur pilih-pilih dan sebagainya. Untuk minuman, ada minuman tradisional yang favorit, yakni kopi susu gula aren.

Selain itu, kedepannya, Satria mengatakan Meat-O Ajengan ini akan dikembangkan menjadi Integrated Community Hub (Pusat Kegiatan Terintegrasi). Saat ini, di samping lokasi Meat-O Ajengan tengah dibangun Lapangan Basket, yang ditargetkan akan beroperasi sekitar bulan Agustus mendatang. Selain itu, juga ada aktivitas lain, seperti urban farm (pertanian kota), bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yang akan menjadi sarana edukasi dan rekreasi.

"Yang paling beda dari tempat lain makanan dan tempatnya. Kita pengen bener-bener buat tempat yang support community (mendukung komunitas), support creativity (mendukung kreativitas) dari orang-orang. Kalau dilihat dari arsitektur bangunan ini, kita pakai artis mural dari seniman lokal. Itu salah satu yang juga bikin proud (bangga) dari artisnya sendiri dan juga kita jadi senang karena bikin estetik bangunan ini tambah bagus."

"Selain itu, wajib datang, karena mesti nyobain Meat-O Ajengannya, biar bisa juga nyobain swedish meatballs nya, kita juga ada live music, tempat buat nongkrong nya asik, dan kedepannya, Meat-O Ajengan Sidakarya ini akan menjadi integrated community hub lah. Karena kedepannya kita akan ada lapangan basket, ada juga urban farm disini Kerjasama dengan dinas perikanan dan ketahanan pangan. Jadi banyak activity yang mesti didatangi banyak orang," paparnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, menurut Satria Meat-O Ajengan juga berupaya membantu perekonomian bagi masyarakat dengan menggunakan bahan-bahan hasil petani lokal dan menggunakan pekerja lokal.

"Kita konsep untuk biar bisa memutar roda ekonomi di lingkungan sekitar. Kita pakai produk lokal. Daging sapi dari lokal, kentangnya juga lokal. Jadi sebisa mungkin kita bisa menghidupi atau bisa memutar roda ekonomi (masyarakat lokal-red) lah. Kita juga bisa membantu dengan mempekerjakan orang-orang lokal, ekonomi teman-teman yang jadi suppliers juga bisa terbantu," ungkapnya.

Lebih lanjut, saat soft opening Meat-O Sidakarya tanggal 30 Mei 2021, dihadiri juga oleh Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Acara itu dirangkai dengan sunday market yang merangkul pelaku UMKM serta komunitas.

"Kita juga kemarin (saat soft opening,-red) bikin Sunday market. Kerjasama dengan komunitas Ibu Pertiwi Indonesia Bali. Jadi mereka ibu-ibu yang keren-keren banget yang memiliki koneksi dengan UMKM. Waktu itu sampai 48 pelaku UMKM yang hadir dan menggelar Sunday market disini. Kerjasama juga dengan komunitas SOS, yang membagikan 500 porsi makanan untuk warga di sekitar sidakarya secara gratis," tutup Satria. (RIS/PDN)