Menjaga Nyala Semangat UMKM Bali
TAK hanya meluluhlantakan sektor industri pariwisata, pandemi Covid-19 juga membuat sebagian sektor Usaha Menengah Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarkat Bali pun ikut terpuruk.
Sebagai Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster tak ingin cuma berdiam diri menyaksikan kepedihan dirasakan pelaku UMKM tersebut.
Ia berinisiatif mencoba mengambil peran dengan bagaimana membantu memasarkan produk milik pelaku UMKM. Akhirnya munculah ide untuk mewadahi pemasaran produk mereka melalui pameran IKM Bali Bangkit dan pemanfaatan platform teknologi digital.
Kerja kerasnya cukup membuah hasil menggembirakan dengan lakunya sejumlah produk UMKM hingga mencapai miliran rupiah. Sehingga hal ini mampu tetap menjaga nyala semangat pelaku UMKM di Bali yang sempat terpuruk untuk tetap bergiat meski di masa pandemi.
Kinerjanya itu pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang kemudian meminta dirinya berbagi pengalaman untuk dibagikannya kepada peserta rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan pameran online yang difasilitasi (Dekranas), Jumat (30/7).
Hadir secara virtual dari ruang kerjanya di Gedung Jayasabha, Putri Koster didampingi Ketua Harian Dekranasda Bali I Wayan Jarta.berbagi pengalaman dengan pengurus Dekranasda sejumlah provinsi yang terhubung secara virtual.
Putri Koster menyampaikan salah satu terobosan yang cukup efektif yaitu gelaran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Provinsi Bali. Sayangnya, imbuh Purti Koster, untuk sementara waktu kegiatan pameran secara offline ditiadakan karena status PPKM terkait pencegahan penularan Covid-19.
Namun, pihaknya tetap memanfaatkan media online dalam membantu pemasaran produk IKM/UMKM. “Kami di Bali punya platform e-market place lokal yaitu balimall.id dan sangat membantu kami dalam memasarkan produk para perajin secara online,” ucapnya.
Ia menyebut, Bali mendapat berkah di tengah pandemi dengan terpilihnya kain endek menjadi bahan busana Christian Dior. Penggunaan endek oleh rumah mode tersohor itu, menurutnya, menjadi pemantik semangat perajin tenun yang mengalami kelesuan di tengah pandemi.
Perajin juga makin bergairah karena meningkatnya permintaan kain tenun tradisional sejalan dengan pemberlakuan SE Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penggunan Kain Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali setiap hari Selasa. Ditambahkan olehnya, sasaran SE ini ditekankan kepada kalangan ASN dan para pegawai yang pendapatannya tidak begitu terpengaruh dampak Covid-19.
“Itu strategi yang kami tempuh agar para penenun bisa tetap tersenyum,” imbuh wanita yang dikenal memiliki multitalenta ini.
Staf Ahli Dekranas Hesti Indah Kresnarini yang memimpin jalannya rakor virtual ini, memuji sejumlah langkah yang ditempuh Bali dalam upaya menjaga nyala semangat pelaku IKM/UMKM.
Ia berharap, pengalaman yang dibagikan Putri Koster bisa menyemangati jajaran pengurus Dekranasda di daerah lain. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya endek sebagai bahan busana Christian Dior.
Terkait dengan pameran online yang akan dilaksanakan secara estafet mulai bulan Agustus, Dekranas membagi peserta dalam lima grup. Bali masuk di grup 5 bersama Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, Papua, Kalimantan Utara dan Jambi.
Pameran untuk grup 5 akan dilaksanakan dari 29 November hingga 18 Desember 2021 mendatang. Dalam penyelenggaraan pameran online ini, Dekranas bekerja sama dengan dua marketplace nasional yaitu Tokopedia dan Ladara.
Hesti menyebut, pameran online di platform digital nasional merupakan sebuah keberuntungan bagi pelaku IKM/UMKM daerah. Oleh sebab itu, ia berharap Dekranasda memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membantu pemasaran produk IKM/UMKM yang menjadi binaan mereka. (ISU/PDN)