Gubernur Bali Pastikan Desain Pengembangan Pelabuhan Benoa Sesuai Kearifan Lokal
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster memastikan pengembangan Pelabuhan Benoa menggunakan desain berdasarkan kearifan lokal.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Koster saat mengikuti Rapat Koordinasi Rencana Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub dengan pemerintah pusat, Kamis (26/8) di Denpasar.
Gubernur Koster mengungkapkan bahwa administratif dan perizinan pengembangan Pelabuhan Benoa telah tuntas sebelum dirinya menjadi gubernur Bali.
“Begitu saya menjadi gubernur, saya langsung rapat dengan direksi dan komisaris Pelindo yang lama. Pada saat itu disepakati desain pengembangan Pelabuhan Benoa di Dumping I dan II, serta kawasan lainnya yang menjadi kewenangan Pelindo III,” kata Koster.
Proyek ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 2020, dan direncanakan rampung tahun 2023 dengan nilai mencapai Rp6,1 triliun.
“Program ini sudah betul-betul menerapkan desain sesuai kearifan lokal Bali, karena yang terlibat merupakan arsitektur lokal Bali. Jadi progresnya sudah sesuai target dan rencanan,” ungkap Koster.
Usai Rakor, Koster dan Komisaris Utama Pelindo III meninjau pengembangan Pelabuhan Benoa di Dumping I dan II. Saat peninjauan itu, Koster menyoroti kebersihan laut dari ancaman sampah, hingga penempatan kapal penangkap ikan yang bersandar terlihat kumuh agar segera ditangani.
Hadir pada Rakor itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Republik Indonesia Montty Girianna, Komisaris Utama Pelindo III Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Dewan Komisaris Otto Ardianto, Agus Pambagio, Heru Sukanto, dan Direktur Teknik Pelindo III Kokok Susanto. (ISU/PDN)