Podiumnews.com / Khas /

Duta Besar RI Promosikan Pancasila ke Pemimpin Umat Katolik di Panama

Oleh Podiumnews • 27 Agustus 2021 • 21:45:07 WITA

Duta Besar RI Promosikan Pancasila ke Pemimpin Umat Katolik di Panama
(Foto: Istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Panama City Sukmo Harsono melakukan kunjungan kerja ke Uskup Agung Katolik Panama, Panama City Kamis, (26/8).

Selain bertemu dan berkenalan dengan Uskup Agung Panama Monsensor Jose Domingo Ulloa Mendieta O.S.A. juga berkesempatan memperkenalkan Pancasila, pluralisme dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dikutip pers rilis KBRI Panama City melalui detik.com pertemuan tersebut merupakan serangkaian pertemuan yang dilakukan Duta Besar RI di Panama untuk meningkatkan hubungan dengan para pemimpin agama di Panama.

Sebelumnya, Dubes Panama juga telah melakukan pertemuan silaturahmi dengan Mufti Besar Umat Islam Panama City, Abdul Kadir, untuk berbagi Informasi tentang perkembangan umat Islam di kedua Negara. Mufti Abdul Kadir juga mendoakan agar COVID-19 segera berlalu di Indonesia.

Setelah pertemuan tersebut dipastikan dilakukan kerja sama antar pimpinan umat beragama Indonesia dan Panama untuk kerja sama konkrit guna mendekatkan hubungan antar kedua rakyat (people-to-people-contact).

"Saya menyampaikan kepada Uskup Agung bahwa Indonesia menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman. Negara Indonesia menjamin kebebasan beragama dalam Konstitusi (Pasal 29 UUD 1945) kepada enam agama di Indonesia yang diakui Pemerintah RI, Islam, Kristen Protestan, Roma Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu," kata Sukmo Harsono.

Duta Besar juga menjelaskan bahwa bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dengan sistem pemerintahan Presidensial yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, Duta Besar Sukmo juga menjelaskan bahwa Indonesia dipersatukan oleh landasan Ideologi yakni Pancasila yang menjadi Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya menjelaskan secara rinci setiap Sila dalam Pancasila dan menjelaskan makna dari lambang-lambang dalam Kelima Sila tersebut dan kaitannya dengan aspek-aspek kehidupan bernegara. Selain itu, saya juga jelaskan bahwa Indonesia juga dipersatukan dengan prinsip satu Tanah Air, satu Bangsa, dan satu Bahasa," ujar Sukmo Harsono.

"Terkait falsafah untuk mempersatukan bangsa, saya menawarkan usulan kepada Uskup Agung agar dapat menyuarakan penggunaan falsafah 'Bhinneka Tunggal Ika', yang artinya berbeda namun tetap satu, sebagai satu opsi pemikiran untuk meningkatkan rasa persatuan," sambungnya.

Dalam pertemuan, Uskup Agung Monseñor Jose Domingo Ulloa Mendieta O.S.A. sangat mengapresiasi kunjungan Duta Besar Sukmo Harsono dan merupakan pengalaman baru bagi dirinya.

"Saya sangat tertarik dengan penjelasan Duta Besar mengenai Pancasila. Pertemuan hari ini memberikan saya nuansa baru. Apalagi saat ini, Panama masih mencari simbol/falsafah yang kuat untuk mempersatukan bangsa Panama yang juga memiliki keberagaman tinggi. Saat ini, Panama masih menganggap Kanal Panama sebagai simbol untuk mempersatukan" ujar Uskup Agung.

Uskup Agung Panama juga mengagumi Batik yang dipakai Duta Besar dan Pendamping dan mengakui bahwa dirinya mengetahui sekelumit tentang Indonesia melalui para Pastor Indonesia yang bekerja di Panama.

"Sampai saat ini, ada 7 (tujuh) Pastor dari Indonesia yang bekerja di Panama, yakni 2 (dua) di Kota Panama, Provinsi Panama, 2 (dua) di David, Provinsi Chriqui, dan 3 (tiga) di Isla de Colon, Bocas del Toro. Mereka sudah melayani umat Katolik di Panama selama antara 3 sampai dengan 25 tahun," jelas Rheinhard Sinaga, Counsellor Protokol dan Konsuler.

Di akhir pertemuan, disampaikan rencana kerja sama untuk mempertemukan pimpinan nasional organisasi keagamaan di Indonesia dan Panama. Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan tahun 2022 secara tatap muka ataupun secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar Sukmo Harsono didampingi oleh Counsellor Protokol dan Konsuler, Rheinhard Sinaga, dan Pastor Mikhael Malik, seorang Pastur WNI yang berasal dari NTT yang telah melayani di Panama selama 25 tahun. Kemudian diinformasikan saat ini, sebanyak 80.6% dari 4,3 juta penduduk Panama adalah pemeluk agama Katolik. (COK/RIS/PDN)