Podiumnews.com / Khas /

Gubernur Bali Luncurkan Keyboard Aksara Bali

Oleh Podiumnews • 12 September 2021 • 23:18:04 WITA

Gubernur Bali Luncurkan Keyboard Aksara Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meluncurkan Aksara Bali ke dalam bentuk digital dengan menggunakan media Papan Ketik (Keyboard) Aksara Bali, Denpasar, Sabtu (11/9).

Gubernur Koster menyebut ide mengembangkan Keyboard Aksara Bali bertujuan melindungi keberadaan Aksara Bali sebagai warisan adi luhung Leluhur Bali.

“Dengan sarana Keyboard Aksara Bali ini, Aksara Bali, tidak hanya dikenal oleh Krama Bali, tetapi akan meluas ke pergaulan masyarakat nasional, bahkan memasuki pergaulan masyarakat dunia,” terangnya.

Keyboard Aksara Bali merupakan ide Gubernur Bali itu disebut sebagai yang pertama kali dalam sejarah Indonesia.

Ide ini kemudian dikembangkan oleh Tim Peneliti dari Program Studi Informatika Fakultas MIPA Universitas Udayana yaitu Cokorda Rai Adi Pramartha, Ph.D, I B Ary Indra Iswara, M.Kom, I Putu Gede Hendra Suputra, M.Kom, dan IB Gede Dwidasmara, M.Cs.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Keyboard Aksara Bali merupakan perpaduan antara kearifan lokal Bali dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Perkembangan teknologi digital yang mengglobal tidak boleh mematikan/menenggelamkan kebudayaan dan kearifan lokal Bali yang sangat kaya dan unik seperti Aksara Bali. Justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melestarikan Aksara Bali melalui teknologi digital yang digemari oleh para generasi muda guna memajukan kebudayaan dan kearifan lokal Bali,” ungkap Gubernur.

Gubernur Bali meyakinkan Krama Bali khususnya generasi milenial bahwa Aksara Bali bisa sejajar dengan aksara-aksara negara lain yang telah mendunia, seperti; Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand dan India.

“Negara-negara ini, yang memiliki Aksara tersendiri menunjukkan tingkat peradabannya di masa lalu, mampu bertahan sampai saat ini, dan akan mampu bersaing menghadapi dinamika global, ditandai kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakatnya,”.

Keyboard Aksara Bali diyakininya akan mendunia, karena memiliki 7 keunggulan fungsi, yaitu : Pertama,  menggunakan koneksi WiFi (USB dongle) atau Bluetooth; Kedua, dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali secara natural (tanpa auto correction, red);

Ketiga, dapat digunakan untuk menuliskan Aksara Bali pada sistem operasi yang berbeda seperti Apple MacOS dan Microsoft Windows; Keempat, dapat digunakan untuk membuat dan menyimpan dokumen digital pada berbagai macam aplikasi seperti Microsoft Office, Google Office (Docs, Spreadsheet, Presentation), Notes, iWork dan lain-lain dengan menggunakan Aksara Bali;

Kelima, dapat digunakan untuk menuliskan dokumen pada website/Internet dengan Aksara Bali; Keenam, dapat digunakan untuk menuliskan pesan pada media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dengan Aksara Bali; dan ketujuh, hasil pembuatan dokumen atau pesan yang dihasilkan dapat dibagikan ke orang lain tanpa merubah tampilan Aksara Bali yang telah dibuat sebelumnya.

Oleh harena itu, Wayan Koster mengajak generasi milenial bersyukur diberikan warisan budaya berupa Aksara Bali oleh Leluhur Bali.

“Semua aktifitas kehidupan dimulai dari Aksara, tidak ada kata tanpa Aksara, tidak ada kalimat/narasi tanpa Aksara, dan tidak akan ada kerja tanpa Aksara,” .

“Untuk itu dengan sekuat tenaga dan penuh komitmen, kita harus mampu memelihara, memuliakan, dan menjadikan Aksara Bali sebagai kebanggan bersama dan keunggulan Krama Bali untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas secara nasional dan global,” imbuhnya.

Ke depan, Gubernur Bali akan menyelenggarakan program penyediaan Keyboard Aksara Bali dalam bentuk Laboratorium Praktik Aksara Bali ke sekolah-sekolah, sehingga para guru dan siswa akan lebih mudah melaksanakan pembelajaran Aksara Bali.

Pada acara peluncuran Keyboard Aksara Bali, Ketua Pengelola Domain dan Internet Indonesia (PANDI), Prof. Yudho Giri Sucahyo, P.hd menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Koster dalam melestarikan Aksara lokal.

Menurutnya ini merupakan sebuah langkah besar terhadap kemajuan digitalisasi Aksara Bali sekaligus upaya pelestarian nilai-nilau budaya bangsa khususnya budaya Bali. Hal ini sangat sesuai dengan program kerja yang sedang dikampanyekan PANDI yaitu program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN), dimana Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga UNESCO turut mendukung secara penuh program tersebut.

Saat ini PANDI sedang berusaha mempromosikan aksara nusantara ke ranah internasional, sehingga diharapkan proses digitalisasi aksara nusantara bisa lebih mudah.

“Untuk itu dengan diluncurkannya Keyboard Aksara Bali, ini merupakan kemajuan yang luar biasa, dan PANDI akan terus mendukung pendaftaran Aksara Bali serta upaya standarisasi keyboard agar sesuai dengan standar nasional dan internasional,” tandasnya.

Acara peluncuran Keyboard Aksara Bali dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring) diikuti oleh 45 siswa SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kabupaten/Kota Se-Bali, perwakilan mahasiswa, Bupati/Wali Kota, Rektor Perguruan Tinggi serta diikuti secara virtual oleh Satuan Pendidikan SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta se-Bali sejumlah 329 Sekolah. (ISU/PDN)