Podiumnews.com / Aktual / News

Bulan Agustus, Perkiraan Puncak Kemarau di Bali

Oleh Podiumnews • 16 Maret 2019 • 12:10:25 WITA

Bulan Agustus, Perkiraan Puncak Kemarau di Bali
Ilustrasi

KUTA, PODIUMNEWS.com - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan puncak musim kemarau di Bali terjadi pada Bulan Agustus.

Salah satu wilayah satu wilayah yang mengalami pergantian musim lebih cepat adalah Nusa Penida. Dimana wilayah ini sudah memasuki musim kemarau akhir Maret ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III, M Taufik Gunawan, Kamis (14/3).

Bali secara umum Kata Taufik memang masih ada hujan hingga kategori menengah terutama terjadi di wilayah Bali tengah dan Bali Selatan.

Sedangkan untuk awal Musim kemarau keseluruhan Bali akan mulai terjadi pada bulan April dan Mei mendatang.

Untuk Nusa Penida lanjut Taufik akan mulai masuk musim kemarau pada dasarian ke dua (akhir Maret) dengan presentase 13 persen.

Beberapa wilayah ada juga yang memasuki musim kemarau pada April. Dimana presentasenya 54 persen. Sedsngkan untuk Mei presentasenya 20.

Wilayah-wilayah ini meliputi, Jembrana bagian utara, Tabanan (bagian selatan) Badung (bagian selatan), Kota Denpasar, Gianyar (bagian utara dan bagian selatan), Bangli (bagian tengah, bagian barat laut, bagian utara), Buleleng bagian timur, Karangasem (bagian utara, selatan dan bagian timur, serta Klungkung bagian selatan.

Sementara wilayah yang terakhir ymemasuki musim kemarau, bulan Juni adalah Buleleng bagian selatan dan Karangasem bagian tengah.

Kepala Stasiun Klinatologi dan Geofisika Jembrana Rakhmat Prasetia menambahkan, untuk saat ini Bali masih memasuki pergantian musim hujan ke kemarau.

Yang perlu diwaspadai adalah Fenemona pergantian musim ini biasanya ditandai dengan adanya petir, angin kencang, hujan lebat sesaat. Termasuk gelombang tinggi yang terjadi di beberapa wilayah atau bahkan seluruh Bali.

Dampak musim kemarau ini lanjutnya juga berpengaruh pada ketersediaan air tanah. Karenanya dia mengimbau masyarakat melakukan efesiensi penggunaan air bawah tanah saat musim kemarau nanti.

Selain itu juga ada potensi terjadinya kekeringan khususnya wilayah Bali bagian Utara dan Selatan. Termasuk potensi terjadinya kebakaran hutan yang perlu diantisipasi.

Sedangkan musim peralihan seperti saat ini juga perlu diwaspadai perkembangbiakan Nyamuk Demam berdarah yang bisa menyebabkan DBD.

Terkait ketidakmerataan awal musim kemaran ini, katanya diakibatkan oleh topografi yang berbeda antara Bali Selatan dan Utara. 

Hanya saja, Kata Rakhmat meski musim kemarau, bukan berarti Bali sama sekali tidak akan diguyur hujan. (ANA/PDN)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews