Podiumnews.com / Khas /

BRIN Buka Akses Kolaborasi Riset Lintas Disiplin

Oleh Podiumnews • 29 Januari 2022 • 20:06:06 WITA

BRIN Buka Akses Kolaborasi Riset Lintas Disiplin
(Foto: doc.BRIN/Istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Sebagai negara maritim Indonesia dianugerahi potensi kekayaan sumber daya ikan yang beraneka ragam dan melimpah. Salah instansi yang bertugas dalam penelitian pemulihan sumber daya ikan perairan tawar dan laut ialah Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan Jatiluhur Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRPSDI KKP). Ini adalah salah satu satuan kerja riset yang akan menjadi bagian dari BRIN.

“Insyaallah kita semua punya tujuan yang baik, niat yang baik itu paling penting,” tutur Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dilansir dalam laman resmi BRIN, Sabtu (29/1).

Handoko menegaskan bahwa proses integrasi riset yang sedang berlangsung memiliki konsekuensi positif bagi kegiatan penelitian di BRPSDI. Nantinya, para periset akan memiliki lebih banyak dukungan baik dari segi infrastruktur, rencana program bahkan jejaring peneliti.

Periset di BRPSDI justru akan lebih kuat karena BRIN membuka akses sebesar-besarnya untuk kolaborasi penelitian lintas disiplin. Termasuk pemanfaatan segala fasilitas riset yang BRIN miliki. “Ngasih sampel bukan sesuatu yang lebih rumit setelah integrasi ini,” katanya.

Dirinya juga memahami kegundahan yang mungkin dirasakan para periset BRPSDI namun, Handoko meyakinkan bahwa proses peleburan yang sedang berlangsung akan meningkatkan level riset semua satuan kerja di BRIN termasuk BRPSDI kelak. Peleburan ini juga tidak serta merta menutup layanan bagi KKP justru meningkatkan layanan riset yang ada.

“Nanti layanan kita mestinya lebih kuat karena banyak teman-teman sebidang,” tambahnya. Riset mengenai perairan dan perikanan sendiri memang bukan sesuatu yang baru di BRIN karena rekam jejak riset yang tersebar di berbagai pusat riset seperti Pusat Riset Kelautan dan Perikanan dan Pusat Riset Limnologi.

Handoko percaya dengan potensi SDM periset yang BRPSDI miliki saat ini. Riset bidang perikanan dan perairan memiliki masa depan cerah. Aktivitas riset BRPSDI bisa lebih maju dengan dukungan teknologi-teknologi lain yang ada di BRIN semisal remote sensing, data citra, dan lain sebagainya. Riset-riset yang ada juga bisa dikerjakan bersama-sama agar outputnya bisa benar-benar maksimal. “Tidak perlu khawatir itu PR saya agar kita sama-sama ke level yang lebih baik,” tegasnya.

Sosok yang biasa disebut Pak Han ini juga membeberkan cairnya komunikasi di BRIN. Ia mengaku sering menerima pesan pertanyaan, masukan, hingga kritikan melalui gawainya. Itu tidak menjadi masalah. Handoko memastikan bahwa komunikasi dalam tubuh BRIN berlangsung hampir tanpa hierarki. Ini memang bertujuan agar komunikasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga setiap detil permasalahan bisa segera ditangani. “Kita adalah organisasi yang besar tapi lincah,” ujarnya.

Proses pemetaan SDM sendiri saat ini masih berlangsung. Para periset BRPSDI dipersilakan untuk memilih pusat riset yang sesuai dengan kepakarannya. Bukan berarti setelah mendapatkan penempatan pusat riset, peneliti bersangkutan hanya berkutat pada pusat riset itu saja justru BRIN memberikan kebebasan peneliti untuk ikut berkontribusi dalam program riset yang bisa saja berada pada pusat riset lain. Inilah upaya BRIN memberikan kebebasan akademis bagi para penelitinya untuk berkarya. “Kita harus proaktif untuk periset ini adalah kesempatan mengembangkan diri,” serunya.

Handoko juga mendorong para periset BRPSDI untuk segera melanjutkan studi bagi S1/S2. BRIN sudah menyediakan platform beasiswa ByResearch agar para periset bisa segera meningkatkan kemampuan dan gelar akademisnya. Skema ByResearch ini juga salah satu upaya BRIN untuk terus melahirkan talenta-talenta unggul bagi riset tanah air. “Sederhana, asal diterima di kampusnya dan mendapat Co-Promotor,” ungkapnya.

Kepala BRPSDI Iswari Ratna Astuti mengaku senang bisa mendapatkan pencerahan proses integrasi yang tengah berlangsung saat ini. Terlebih bagi BRPSDI yang memiliki peran strategis dalam menjaga pemulihan sumber daya ikan perairan dan laut. Termasuk dalam aspek eksploitasi berlebihan dan degradasi lingkungan. “Mencakup konservasi dan juga rehabilitasi,” paparnya.

BRPSDI saat ini memiliki 19 fungsional peneliti dengan total SDM mencapai 55 orang. Termasuk di dalamnya 3 peneliti ahli utama dan 7 peneliti ahli madya. Turut hadir dalam pertemuan: Plt. Sekretari Utama Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas; Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Prakoso Bhairawa Putera; Plt. Kepala Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan Christianus Ratrias Dewanto; dan Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan Driszal Fryantoni. (COK/RIS/PDN)