Podiumnews.com / Khas /

Arkeologi Bali-BRIN Maksimalkan Layanan Penanganan Benda Prasejarah

Oleh Podiumnews • 31 Januari 2022 • 19:27:35 WITA

Arkeologi Bali-BRIN Maksimalkan Layanan Penanganan Benda Prasejarah
(Foto: doc.brin/Istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Pasca integrasinya kantor Arkeologi Bali ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kegiatan penelitian dan pengembangan arkeologi masih terus dilaksanakan. Kegiatan tersebut di antaranya penelitian arkeologi pendayagunaan dan perawatan benda bernilai budaya.

Kantor ini menjadi rujukan masyarakat untuk mengetahui hasil penelitian arkeologi, baik berupa benda atau situs peninggalan sejarah. Permintaan layanan masyarakat yang datang ke Kantor Arkeologi Bali-BRIN di antaranya terkait penemuan bidang arkeologi, pembacaan prasasti, dan lontar.

Selain itu, Arkeologi Bali-BRIN juga melakukan penelitian tentang penemuan benda prasejarah seperti arca, candi, dan pura. Penemuan tersebut berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil penelitian para peneliti Arkeologi Bali-BRIN. Pelayanan dilaksanakan secara langsung di tempat penemuan benda prasejarah atau tempat permintaan layanan.

Menurut Luh Suwita Utami, salah seorang Peneliti Muda Arkeologi Bali-BRIN kantor ini memiliki empat klasifikasi bidang keahlian. Bidang keahlian tersebut meliputi prasejarah, klasik, kolonial, dan maritim.

Keahlian prasejarah menitikberatkan pada temuan-temuan prasejarah. Keahlian klasik lebih berfokus pada penemuan candi, struktur candi, arca, efigraf, dan pembacaan prasasti. Keahlian kolonial difokuskan pada pengaruh masuknya pedagang hingga penjajah pada awal kolonial di Indonesia. Sedangkan, keahlian maritim meliputi peninggalan prasejarah di bawah laut.

“Masyarakat dapat mengajukan permohonan layanan yang berkaitan dengan arkeologi ke kantor ini,” ujar Utami.

“Pengajuan dapat diinisiasi oleh kelompok masyarakat, instansi, maupun universitas. Surat permohonan layanan dapat langsung dialamatkan ke Kantor Arkeologi Bali–BRIN, yang berkedudukan di daerah Sesetan, Denpasar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Utami menambahkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, Kantor Arkeologi Bali-BRIN tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan instansi terkait seperti Universitas Udayana bagian bahasa dan sastra.

 Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pemberian layanan, kerja sama juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal dan tokoh masyarakat dalam proses eksekusi di lapangan.  (COK/RIS/PDN)