Search

Home / Budaya

Prosesi Munggel Pelawatan Ratu Ngurah Agung Desa Adat Tembawu

Redaktur   |    16 Maret 2022    |   19:49:00 WITA

Prosesi Munggel Pelawatan Ratu Ngurah Agung Desa Adat Tembawu
Krama pengempon Pura Batur Panti Kawitan Arya Wang Bang Pinatih, Desa Adat Tembawu, melaksanakan upacara Munggel Pelawatan lan Ngelinggihin ring Daksina serangkaian Ngodak Sesuhunan, Rabu (16/3). (Foto: doc.podiumnews.com)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Krama pengempon Pura Batur Panti Kawitan Arya Wang Bang Pinatih, Desa Adat Tembawu, melaksanakan upacara Munggel Pelawatan lan Ngelinggihin ring Daksina serangkaian Ngodak Sesuhunan, Rabu (16/3). 

Upacara yang bertepatan dengan Buda Manis Dukut, dipuput Ida Pedanda Gede Diksa Manuaba Griya Babakan, Desa Cau Belayu Tabanan.

Ketua Panitia, Wayan Suwarta mengungkapkan, makna upacara munggel ini untuk melepas prerai atau tapel pelawatan selama proses perbaikan sesuhunan dan taksu Ida Sesuhunan distanakan atau dilinggihkan di daksina linggih masing-masing.

Mengingat, pelawatan Ida Ratu Ngurah Agung berupa Barong Landung lanang wadon serta kedua oka (anak) beliau dilakukan perbaikan setelah hampir 24 tahun tidak dilakukan perbaikan. Kemudian, pelawatan akan dipelaspas dan dipasupati kembali setelah perbaikan rampung.

 "Perbaikan pelawatan terakhir dilakukan sekitar tahun 1998 tepatnya 24 tahun lalu, sehingga dalam rentan waktu yang lama ada beberapa bagian pelawatan rusak, " paparnya.

Lebih lanjut Wayan Suwarta mengatakan pelaksanaan perbaikan (ngodak prerai) yang dikerjakan oleh undagi dari Gianyar dibantu beberapa seniman lokal.

"Prosesi ngodak pelawatan dilaksanakan kurang lebih tiga bulan, ketika rampung akan diupacarai lebih lanjut," ujarnya. 

Sementara Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan, situasi pandemi tidak menyurutkan antusias masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Ia mengajak masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan ketat. 

"Prosesi keagamaan, adat dan budaya senantiasa seiring dengan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu kami mengajak masyarakat tetap terapkan protokol kesehatan sehingga pelaksanaan yadnya kita beriringan dengan kesehatan di dalam melaksanakan sradha bakthi kepada sesehunan," ujanya. (RIS/PDN)


Baca juga: Gandrung Sewu Banyuwangi Masuk Kalender Wisata Nasional KEN 2022