Putri Koster: Psikis Sehat, Fisik Juga Sehat
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Dengan menjaga kesehatan psikis (mental), maka fisik juga akan terlihat sehat dan segar. Secara langsung juga akan mempengaruhi kesehatan jasmani, rohani dan spiritual.
Demikian disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster dalam Webinar Sosialisasi “Gangguan Mental: Gejala, Penyebab dan Mengobati”, secara virtual di Denpasar, Senin (21/3).
Putri Koster tak memungkiri, pandemi Covid-19 menyebabkan munculnya banyak permasalahan dan meningkatnya kasus gangguan mental karena merosotnya perekonomian. Orang tua juga banyak yang sering di rumah lantaran tak memiliki pekerjaan.
Hal ini menurut Putri Koster akan dapat mengganggu kesehatan mental keluarga sehingga mengganggu perkembangan anak.
“Harus disikapi dengan cepat untuk mengambil alih keputusan untuk menghasilkan uang, baik itu beralih ke bidang kuliner atau penyediaan jasa lainnya,” terangnya.
Dengan mental yang sehat, pembentukan karakter keluarga melalui pola asuh yang sesuai, meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga, maka kebahagiaan, tata laksana rumah tangga yang sehat dan kelestarian lingkungan hidup baru akan dapat diwujudkan.
Ketua PKK Bali itu menyebut, gangguan kesehatan mental dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab, yaitu kecemasan, kepanikan, kekhawatiran berlebih dalam menata masa depan akibat perekonomian yang tidak pasti.
PKK saat ini menurutnya juga tengah menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh gangguan mental dan tekanan yang tidak dapat dikendalikan oleh seseorang.
“Banyak permasalahan yang terjadi saat ini, namun sebagian orang lebih memilih diam. Hal inilah yang nantinya dapat memicu seseorang akan memilih untuk mengambil tindakan cepat untuk mengakhiri hidupnya,” katanya.
“Saya ingin semua pihak untuk dapat saling perduli dengan lingkungan dan tetangganya, karena itulah fungsi kita menyama (bersaudara) untuk saling dapat memperhatikan dan meringankan beban oranglain,” imbuh Putri Koster.
Selain itu, menurutnya menjaga kesehatan khususnya kesehatan mental juga akan berpengaruh pada pembangunan pariwisata Bali.
“Karena ketika wisatawan berkunjung dan datang ke Bali dengan disambut oleh masyarakat Bali yang sehat maka mereka juga akan merasa nyaman,” katanya.
“Dengan memulai berpikir yang positi, berkata dan bertingkah laku yang positif pula kita mampu menjaga diri kita, keluarga kita bahkan orang lain yang ada dilingkungan terdekat untuk tetap sehat dan tidak terluka hatinya,” tuturnya.
Sementara, dua narasumber dalam webinar Prof. Luh Ketut Suryani seoang Psikiater dan Pemerhati Kesehatan Mental dan dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana yang juga Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menjelaskan tentang gangguan mental, sebab dan penenggulangannya. (Ady)