Target Turunkan Stunting, Cok Ace: Perlu Dukungan, Koordinasi dan Kolaborasi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting di Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut Rakornis Kemitraan menjadi momentum refleksi sekaligus upaya konsisten menurunkan prevalensi stunting untuk target tahun 2024 Provinsi Bali sebesar 6,15%.
“Dalam mencapai tujuan yang dimaksud, BKKBN memerlukan dukungan, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan serta stakeholder dan mitra kerja lainnya,” kata Cok Ace dalam Rapat Koordinasi Tekhnis (Rakornis) Kemitraan Program Bangga Kencana Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (29/3).
Cok Ace mengungkap, Provinsi Bali telah berhasil menurunkan Prevalansi Stunting dari 14,4% pada tahun 2019 menjdai 10,9% pada tahun 202.
Menurut Cok Ace, bukan semata mata karena ukuran fisik pendek tapi lebih kepada konsep bahwa proses terjadinya stunting bersamaan dengan proses terjadinya hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ lainnya, termasuk otak.
“Berbagai hambatan yang dihadapi saat pelaksanan kegiatan dilapangan seperti belum optimalnya koordinasi penyelenggaran intervensi gizi spesifik maupaun intervensi gizi sensitive di semua tingkatan hendaknya mampu diminimalisir melalui koordinasi integrasi dan konvergensi,” ungkapnya.
Strategi pelaksanaan program Bangga Kencana Tahun 2022, menurutnya harus disusun dan dikembangkan dalam bentuk operasional nyata serta memiliki output yang terukur, seperti rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting (RAN PASTI).
“Dengan menajamkan intervensi dari hulu melalui prioritas mencegah lahirnya anak stunting, operasional tim pendamping keluarga (TPK) serta target kinerja lainnya,” tuturnya.
Cok Ace yang juga Wagub Bali itu menjelaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki lima program prioritas yaitu; Pertama, Pangan, Sandang dan Papan; Kedua, Kesehatan; Ketiga, Pendidikan; Keempat, Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; Kelima, Pariwisata.
“Kelima program prioritas ini diintegrasikan di seluruh Bali termasuk program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) yang dilaksanakan oleh jajaran Perwakilan BKKBN Bali bersama Instansi Lintas Sektor terkait,” tuturnya.
“Terbentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa, untuk itu mari bersama-sama kita wujudkan bersama, sehingga angka stunting bisa ditekan secara maksimal,” imbuhnya. (Ady)