Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

DPPKBPPPA Buleleng Maksmimalkan Program Hidup Berencana Itu Keren

Oleh Podiumnews • 11 April 2022 • 17:46:00 WITA

DPPKBPPPA Buleleng Maksmimalkan Program Hidup Berencana Itu Keren
Kepala DPPKBPPPA Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan (foto: Suteja)

SINGARAJA, PODIUMNEWS.com - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Buleleng  maksimalkan program “Hidup Berencana Itu Keren”. Hal ini betujuan mewujudkan keluarga berkualitas dan sehat, serta mengendalikan jumlah penduduk agar lebih sejahtera.

Kepala DPPKBPPPA Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan mengatakan bahwa program Hidup Berencana Itu Keren adalah perubahan dari program sebelumnya, yaitu 2 Anak Lebih Baik. "Tentunya ada yang melatar belakangi untuk keluarga sedikit anak ya. Tapi, bagaimana keluarga itu bisa menjadikan keluarganya agar bisa sejahtera," jelasnya, Senin (11/4) di Singaraja.

Ia selanjutnya mengatakan, untuk mewujudkan keluarga sejahtera, terkait dengan kesehatan, bimbingan orang tua serta ketahanan pangannya, pihaknya telah berkolaborasi dengan sejumlah SKPD terkait.

Sedangkan untuk DPPKBPPPA difokuskan menanggulangi dan menguatkan melalui bimbingan terhadap anak  sehingga ke depannya menjadi sejahtera. "Itu sudah kami lakukan, melalui program-program dan anggaran dari APBD dan DAK melalui sinergi dengan beberapa SKPD terkait," ujarnya.

Ditambahkan, dalam menyukseskan program ini, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya melakukan sosialisasi dan bimbingan melalui kader-kader pembantu dan juga memberikan pelayanan KB gratis guna mengendalikan jumlah penduduk agar lebih sejahtera.

Sementara itu, secara teknis Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Nyoman Mandayani menjelaskan, dalam mewujudkan program ini, telah dilakukukan sejumlah kegiatan.

Kegiatan itu, sebut dia, di antaranya melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk mengikuti pelayanan kontrasepsi, khususnya pada masyarakat usia subur.

Selain itu, ada juga pembinaan kelompok kegiatan, di antaranya Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan juga upaya pemberdayaan perekonomian keluarga akseptor dan beberapa kegiatan lainnya.

"Semua kelompok itu adalah upaya untuk mengedukasi masyarakat. Sehingga apa yang diupayakan yang namanya keluarga berkualitas bahagia dan sejahtera itu bisa diwujudkan," ujarnya.

Di samping itu, dalam program ini juga ada kelompok yang menangani kasus penanganan stunting, yaitu melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang ada di masing-masing desa. Melalui kader-kader TPK yang ada di desa, mereka akan melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, pasca melahirkan hingga sesudah melahirkan.

"Di sana mereka melakukan pendampingan, memberikan edukasi dan informasi. Kalau ada kasus yang perlu penanganan yang konprehensif, kader ini akan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan terkait kasus-kasus yang ditemukan," imbuhnya.

Ia berharap, kegiatan-kegiatan telah dilakukan dapat mengakomodir apa yang menjadi motto Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang saat ini bahwa Hidup Berencana Itu Keren mendapatkan hasil yang maksimal. (Suteja)