Soal Stunting, Sanjaya: Tidak Sulit Cari Makanan Bergizi di Tabanan
TABANAN, PODIUMNEWS.com - Meski survei status gizi secara nasional 2021 menyebutkan presentase balita stunting di Kabupaten Tabanan lebih rendah dari target nasional untuk tahun 2024, namun Bupati Komang Gede Sanjaya mengingatkan masyarakat tetap berupaya menurunkan angka kasus stunting lebih rendah lagi.
Menurut Sanjaya, presentase balita stunting di Tabanan sendiri hanya sebesar 9,2 persen, atau lebih rendah dari target nasional mencapai angka 14 persen untuk tahun 2024.
“Jika dilihat dari topografi kita, mestinya sedikit sekali ada stunting di Tabanan. Karena tidak sulit mencari makanan bergizi di Tabanan, dan bisa kita tekan sampai ke angka 5 persen,” ucap Sanjaya saat memberikan sambutan pada Pertemuan Penyusunan Regulasi Daerah Penurunan Stunting di Kabupaten Tabanan Tahun 2022, Rabu (20/4) di Tabanan.
Maka itu, lanjut Sanjaya, edukasi bagi pemegang regulasi ini juga penting untuk dimiliki. Menurutnya agar pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi, maka menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor.
Di sinilah, kata Sanjaya, dibutuhkan komitmen kuat antarinstansi, lembaga dan masyarakat dalam pelaksanaan aksi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Tabanan.
“Beberapa waktu lalu, saya tanda tangani MoU dengan Universitas yang bergerak di bidang kesehatan. Nantinya bisa membantu kita sosialisasi terkait stunting kepada masyarakat. Ditambah bekerjasama dengan PKK yang memiliki program Pokok PKK yang salah satunya pencegahan stunting,” jelas Sanjaya.
Pihaknya pun menegaskan bahwa Program Prioritas Nasional Percepatan Penanggulangan Stunting menjadi perhatian serius dirinya sebagai kepala daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tabanan I Nyoman Susila menyebutkan terdapat sekitar 2500 anak di Tabanan mengalami stunting.
“Memang kecil angkanya di 9,2 persen, tapi jumlahnya sangat bayak. Jika kita biarkan nantinya akan mengganggu kehidupan generasi penerus kita, tujuan kita adalah untuk menurunkan angka itu,” sebutnya.
Ia juga menambahkan, ke depan tidak akan mengacu pada angka 14 persen, tetapi diharapkan berada pada angka 6 persen. “Dengan meredanya Covid-19, kita sudah harus lebih fokus bergerak dan bekerja untuk mencapai angka enam persen,” tutupnya.
Diketahui Bersama, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, buruknya sanitasi, gaya hdup kurang sehat dan pengaruh faktor sosial ekonomi. Di mana seorang anak sejak dalam kandungan ibu sampai berusia dua tahun merupakan masa kritis. Jika masa ini tidak dilakukan intervensi, maka tumbuh kembang anak tidak optimal. (Ricky)