Podiumnews.com / Khas /

Warga Galungan Menjaga Alam Kembangkan Ekosiwata

Oleh Podiumnews • 23 April 2022 • 19:01:00 WITA

Warga Galungan Menjaga Alam Kembangkan Ekosiwata
Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan di Kecamatan Sawan, Buleleng. (Suteja)

KELESTARIAN alam di Desa Galungan di Kecamatan Sawan, Buleleng, masih terjaga dengan baik. Karena warganya secara sadar mengelola hutan mereka sebagai kawasan perhutanan sosial tanpa mengubang fungsi hutan sebagai hutan lindung. 

Menyadari potensi daerahnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Galungan mengembangkannya menjadi desa ekowisata. Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya dan  ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Perbekel Desa Galungan I Nyoman Suksema menyebutkan, salah satu potensi wisata yang dikembangkan desa adalah Air Terjun Tanah Putih.  Wisata ini sudah dikenal sejak dahulu dan kini sedang dilakukan penataan baik dari segi infrastruktur jalan dan telajakan menuju lokasi maupun kebersihan di sekitar lokasi.

Suksema mengatakan, wisata Air Terjun Tanah Putih ini sudah banyak didatangi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sepanjang jalur menuju air terjun, wisatawan bisa langsung menikmati keindahan persawahan, perkebunan dan hutannya. 

"Wisatawan yang mau menuju air terjun harus melalui jalan setapak sepanjang kurang lebih 4 kilometer. Kita sengaja buat seperti itu, agar wisatawan sekalian bisa menikmati pemandangan alam serta perkebunan kopi dan cengkeh," ucapnya.

Selain itu, nilai lebih dari objek wisata ini adalah memiliki jalur trekking yang melintasi pemandangan sawah (rice field view). Jadi, wisatawan yang hobby trekking dan wisata alam, Air Terjun Tanah Putih bisa dijadikan alternatif berwisata.

Ditambahkan juga, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi wisatawan jika ingin berwisata ke Air Terjun Tanah Putih, seperti wisatawan yang lagi cuntaka dan datang bulan tidak diperbolehkan memasuki areal air terjun, karena terdapat Kawasan Pura di sekitar lokasi tersebut. 

"Tempat itu terdapat pura yang sakral. Sebelum memasuki areal air terjun, pengunjung melakukan persembahyangan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Lebih jauh pihaknya mengatakan, untuk saat ini, tarif/tiket masuk ke lokasi air terjun, wisatawan yang berkunjung cukup membayar secara sukarela (dana punia). Hal ini dikarenakan situasi saat ini masih dalam kondisi pandemi. (Suteja)