Podiumnews.com / Khas /

50 Musisi Jalanan Berbagai Kota Hipnotis Warga Banyuwangi

Oleh Podiumnews • 07 April 2019 • 13:22:25 WITA

50 Musisi Jalanan Berbagai Kota Hipnotis Warga Banyuwangi
Penampilan salah satu grup musik jalanan di acara Festival Musik Jalanan Banyuwangi.

BANYUWANGI, PODIUMNEWS.com - Sebanyak 50 grup musik dan musisi jalanan dari berbagai kota di Indonesia mengikuti Festival Musik Jalanan yang berlangsung di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (6/4) malam.

Festival yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko ini sebagian besar diikuti oleh musisi jalanan yang berasal dari Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Yogyakarta.

Meski hanya menggunakan instrumen alat musik sederhana khas jalanan, festival ini berlangsung cukup meriah dan mampu menghipnotis penonton yang hadir.

Tampil di antaranya grup musik Arter Jajag, alias arek terminal Jajag, kecamatan Gambiran Banyuwang yang sudah cukup populer di Tanah Blambangan. Grup yang terdiri enam personil ini menyuguhkan penampilan yang atraktif. Mereka dikenal sudah terbiasa bermain musik di terminal bus Jajag, sejak tahun 2003.

"Senang terlibat even ini, bisa menunjukkan bakat dan hobi kami di depan banyak orang. Bisa saling sharing bermusik dengan grup lain, terutama yang dari luar kota," kata Andoko Putro, salah satu personel.

Selain dari Banyuwangi, para penonton juga menunggu penampilan grup New Carehal (Cari Rejeki Halal), musisi jalanan di Malioboro, Yogyakarta. Menggunakan gambang (angklung) sebagai alat musik utamanya yang dipadukan gitar dan ukulele.

Grup yang biasa perform di Titik Nol Malioboro ini tampil atraktif menghibur penonton. Mulai lagu tradisional Banyuwangi Sung Sing Biso, Angliyak Perahu Layar hingga lagu Syantik mereka bawakan dengan menarik.

"Kami sangat senang bisa tampil di Banyuwangi. Baru kali ini tampil di festival musik jalanan yang di luar Jogja. Kami gak nyangka antusiasme pesertanya tinggi, yang ikut banyak, di Jogja saja gak sebanyak ini meski di Yogya dikenal dengan banyaknya musisi jalanan," ujar Danang Setyo, pentolan grup band asal Kota Pelajar tersebut.

Danang mengaku sangat mengapresiasi Banyuwangi yang telah menggelar festival musik jalanan. Menurutnya, ini menunjukkan pengakuan daerah akan eksistensi mereka.

"Kadang kita juga butuh panggung untuk menampilkan karya kami, dan itu dilakukan Banyuwangi sekarang. Sangat baik. Kami berharap terus diberi ruang untuk berkarya, agar kita bisa bermusik lebih nyaman," harap Danang. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa festival ini digelar sebagai apresiasi daerah pada kreativitas para musisi jalanan.

Banyuwangi sendiri selama ini telah menjadikan musik bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan perkembangan daerah. 

"Seniman musik jalanan telah menjadi atraksi seni tersendiri suatu kota. Gaya bermusik mereka yang bebas dan banyak memasukkan unsur musikalitas lokal menjadikan Banyuwangi tertarik untuk menggelar festival musik jalanan ini," kata Anas. (SIS/PDN)