Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Tenun Bali, Anak Tiri di Rumah Sendiri

Oleh Podiumnews • 29 April 2022 • 21:10:00 WITA

Tenun Bali, Anak Tiri di Rumah Sendiri
Putri Koster saat menutup penyelenggaraan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 3 Tahun 2022, di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (28/4). (foto: Ady)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengungkapkan bahwa telah puluhan tahun industri tenun Bali mengahadapi masalah besar, dengan menjadi anak tiri di rumah sendiri.

Sialnya, tak ada yang berteriak soal itu.

Demikian diungkapkan Putri Koster saat menutup penyelenggaraan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 3 Tahun 2022, di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (28/4).

“Dewasa ini permasalahan besar sedang dihadapi industri sandang (tenun, red) Bali, yaitu  terpuruknya industri kerajinan, industri tenun kita. Hal ini disebabkan karena adanya kesalahan kelola dan salah pola dalam menerapkannya,” ujarnya.

Hal ini menurut dia, disebabkan kain tenun Bali yang musti beragam, justru malah sering sekali dibuat seragam. “Kain yang mestinya perajin kita yang menenunnya, kita biarkan orang luar Bali yang membuatnya. Lalu menjualnya ke Bali, dan konsumen kita tidak tahu, lalu membeli dan menggunakannya,” tuturnya.

Dampaknya sebut dia, tidak hanya profesi penenun yang bakal hilang, namun ekonomi Bali juga  menjadi melemah akibat pasar lokal dikuasai produk luar.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak peduli terhadap tenun Bali sebagai warisan leluhur.

“Tenun Bali harus kembali berjaya karena Bali sangat kaya akan ragam tenun. Di sampng itu, tenun kita sudah memilki Hak Kekayaan Komunal sehingga memilki payung hukum dan diakui keberadaannya,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pedagang maupun UMKM supaya membeli kain tenun dari perajin Bali. “UMKM jangan hanya mengejar keuntungan semata, tetapi turut mengedukasi masyarakat menggunakan kain tenun bukan buatan pabrik,” ajaknya.

Ia selanjutnya meminta setiap event tingkat lokal, nasional maupun internasional yang digelar di Bali selalu menghadirkan peragaan busana berbahan kain tenun berdampingan dengan atraksi seni budaya lainnya.

Beruntung menurut dia,  Gubernur Bali Wayan Koster sangat getol untuk melestarikan berbagai warisan leluhur supaya tidah hilang tergerus zaman melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Untuk itu, mari lakukan tugas kita bersama melestarikan warisan leluhur,” tutupnya. (Ady)