Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Giri Prasta Sebut Nama Kawasan Bedugul Berasal dari Semedi Bung Karno

Oleh Podiumnews • 09 Mei 2022 • 19:25:00 WITA

Giri Prasta Sebut Nama Kawasan Bedugul Berasal dari Semedi Bung Karno
Bupati Giri Prasta saat menghadiri Acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 Hijriah di Lapangan Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali, Tabanan pada Senin (9/5). (Foto: Ricky)

TABANAN, PODIUMNEWS.com - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan bahwa asal usul nama kawasan Bedugul di Candi Kuning, Tabanan, sangat erat kaitannya dengan semedi yang pernah dilakukan Presiden Pertama RI Sukarno alias Bung Karno.

Hal itu disampaikan Bupati Giri Prasta saat menghadiri acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 Hijriah di Lapangan Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali, Tabanan, Senin (9/5).

“Saya tahu tentang sejarah Bedugul ini, di mana zaman dulu The Founding Father atau Bapak Pendiri Bangsa Ir Sukarno sempat bersemedi di Air Terjun Toya Mampeh dan melihat ada bedug dan kulkul, maka kawasan daerah ini dinamakan Bedugul. Gabungan nama bedug dan kulkul,” kata Giri Prasta

Sementara terkait acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 H yang dirayakan umat Muslim Candikuning II Kabupaten Tabanan, menurut Giri Prasta merupakan wujud konkret kerukunan hidup umat beragama yang  dijadikan role model oleh Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.

“Kami hormat dan salut sekali kepada umat Muslim dan Majelis Taklim. Karena di Pulau Bali di Kabupaten Badung dan di Kabupaten Tabanan umat Muslim telah mampu untuk mewarnai pembangunan sehingga terjadi seperti sekarang ini. Inilah yang perlu kita hargai bersama dengan selalu menjaga Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI,” ucap Giri Prasta.

Lebih lanjut Giri Prasta mengungkapkan, kerukunan hidup antarumat beragama yang terjalin begitu erat menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Bali.

“Kerukunan hidup antarumat beragama menjadi pedoman bagi 99.9 persen turis mancanegara untuk datang ke Bali. Inilah yang perlu kita pertahankan dengan baik,” ajaknya

Sementara Ketua Panitia Acara Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443 H Imelda Rozan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Selain itu juga bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi kebersamaan kekeluargaan dan gotong-royong.

“Acara Ketog Semprong juga menjadi ajang masyarakat untuk berjumpa dengan pemimpinnya bersinergi membangun mimpi menjadi realisasi,” terangnya.

Turut hadir pula Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, anggota DPD RI Perwakilan Bali Haji Bambang Santoso, Ketua DPRD Tabanan Made Dirga serta undangan lainnya. (Ricky)