Operasional AC Rambut Siwi Tak Optimal
NEGARA, PODIUMNEEWS.com - Banyak orang belum tahu bahkan mempertanyakan, bangunan megah Anjungan Cerdas (AC) di utara jalan sebelah barat Pura Rambut Siwi. Bangunan di atas lahan 4 hektar lebih senilai Rp 67 milyar itu, sejak rampung dibangun 4 tahun lalu sampai saat ini memang belum optimal difungsikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pemilik proyek.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, bangunan yang dilengkapi amphi teater itu merupakan bangunan sejenis rest area atau anjungan cerdas jalan nasional.
Proyek kerjasama Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dengan Pemkab Jembrana itu, secara fisik memang sudah rampung tahun 2018 lalu. Namun dari sisi fungsi dan pemanfaatan tidak optimal, bahkan terkesan mubasir.
Dalam rencana awal, bangunan tiga lantai yang dilengkapi area parkir luas dan pertamanan itu, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berkendara, sekaligus mendorong bangkitnya ekonomi baru.
Anjungan cerdas multifungsi ini digunakan sebagai tempat istirahat untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selain itu terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung dan dikemas secara modern seperti tempat makan, ruang pertemuan, pusat informasi, gerai ATM, ruang terbuka hijau, amphi teater, dan sarana edukasi.
Terdapat juga fasilitas gedung untuk mempromosikan komoditas lokal dari UMKM serta ruang informasi infrastruktur di wilayah sekitarnya. Namun faktanya, semua itu belum terwujud sama sekali. Bahkan ruang bangunan 3 lantai itu kosong melompong, kecuali hanya ada satu pedagang yang dengan sabar menunggu pengunjung.
Desak Tuti dari pihak ketiga yang mengelola AC, jujur mengakui operasional Anjungan Cerdas memang belum optimal. Secara yuridis formal pihaknya juga belum tahu, apakah AC sebagai aset milik Kemen PUPR sudah diserahkan ke Pemkab Jembrana atau belum.
Namun izin pemanfaatan sepertinya sudah diberikan kepada Pemkab Jembrana, sehingg sejak tahun 2019 Pemkab Jembrana menjalin kerjasama dengan pihak ketiga. "Sejak 2019 kami kerjasama dengan Pemkab Jembrana terkait pengelolaan," jelas Desak Tuti.
Awal-awal kerjasama memang lumayan bagus. Karena selain ada kerjasama dengan agen perjalanan wisata, bupati Jembrana saat itu I Putu Artha menginstrukaikan agar semua OPD kalau ada kegiatan diadakan di AC Rambut Siwi.
Bahkan setiap hari rata-rata 10-15 bus pariwisata dari Jawa mampir untuk makan pagi sambil bersantai dan mandi, sebelum melanjutkan menuju destinasi kunjungan di Bali Tengah dan Timur. Begitu juga saat kembalinya ke Jawa, rombongan wisata kembali mampir untuk makan malam dan bersantai sebelum menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang.
"Sejak covid sampai sekarang kunjungan sepi, semoga kegiatan- kegiatan Pemda kembali bisa diadakan di sini," kata Desak sambil menambahkan bahwa selain berfungsi sebagai rest area juga diharapkan menjadi gardu pandang pada berbagai infrastruktur PUPR berestetika tinggi dan keindahan lingkungan fisik sekitar yang diharapkan mampu menjadi tempat pariwisata baru. (Edy)