Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Al Hijrah Salurkan 450 Paket Daging

Oleh Podiumnews • 10 Juli 2022 • 18:15:00 WITA

Al Hijrah Salurkan 450 Paket Daging
Sapi kurban Yayasan Al-Hijrah untuk memperingati hari raya Idul Adha, Minggu (10/7) di Negara. (foto: Edy)

NEGARA, PODIUMNEWS.com - Memperingati hari raya Idul Adha, Minggu (10/7), Yayasan Al-Hijrah melalui seksi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menyalurkan sekitar 450 paket daging kepada jamaah Perumnas Baler Bale Agung, Negara.

Paket daging tersebut merupakan  sumbangan para jamaah, yang melakukan kurban melalui panitia yayasan di bawah koordinasi PHBI. "Tahun ini kita dapat 8 ekor sapi dan 2 ekor kambing dari jamaah yang berkurban," jelas Ketua PHBI Al-Hijrah Haji Nurhalim.

Sebelumnya para jamaah Al-Hijrah pagi hari melaksanakan sholat Idul Adha di masjid setempat. Sekitar seribu jamaah memadati masjid dan halaman masjid. Bertindak sebagai khotib Ustad Muhayar.

Dalam khotbahnya Muhayar menekankan, jamaah jangan hanya fokus pada pelaksanaan serimonial peringatan Idul Adha. Paling penting bagaimana jamaah memahami filosofi yang terkandung di dalam peringatan Idul Adha, dengan semangat berkorban. "Dalam peristiwa Idul Adha selain kita diajarkan untuk iklas berkorban dengan memotong hewan kurban, terpenting adalah bagaimana kita bisa memotong sifat-sifat binatang dalam diri kita," kata Muhayar.

Sebagai seorang muslim, kata Muhayar, wajib meneladani pribadi Nabi Imbrahim yang ketakwaannya kepada Allah melebihi segalanya.

Secara singkat Muhayar menyampaikan asal muasal Idul Adha, yaitu  ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu dari Allah SWT melalui sebuah mimpi. Sebagai salah satu utusan yang dipercaya oleh Allah untuk menyebarkan ajarannya, Nabi Ibrahim percaya bahwa mimpi yang dia lihat saat itu merupakan pertanda perintah dari Allah SWT.

Pada mimpi tersebut, Nabi Ibrahim melihat dirinya sedang menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Ismail. Mimpi tersebut tentunya membuat Nabi Ibrahim gundah karena harus mengorbankan anaknya sendiri. Apakah ia sebagai seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri?

Ketaatannya kepada Allah SWT lebih besar dibandingkan dengan kecintaan kepada Nabi Ismail. Hal ini dibuktikan dengan Nabi Ibrahim yang akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ada dalam mimpinya saat itu.

Hal yang tidak diduga-duga justru keluar dari mulut Nabi Ismail. Nabi Ismil justru mengiyakan dan mengamini apa yang sudah diceritakan oleh ayahnya. Ia dengan sukarela untuk menerima perintah Allah SWT tersebut. (Edy)