Simbolisasi Kerukunan Islam-Hindu di Lumajang
DI WILAYAH Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdapat sejumlah pura yang menyimpan sejarah peradaban Hindu yang terawat dengan baik. Ini tak lepas dari peran pemerintah daerah setempat yang mengayomi semua agama meski mayoritas penduduk mereka beragama Islam.
Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Sukawati (Cok Ace) dan sejumlah pejabat yang turut berkunjung ke sana, Kamis (14/7), menyaksikan hal itu. Cok Ace pun mengaku merasa terharu. Tak lain, karena Bupati Bupati Lumajang H Thoriqul Haq membantu pembangunan dan pembenahan Pura Ulun Ranu Pane, Lumajang.
Di pura ini, Bupati Lumajang, membangun wantilan dan pelataran jaba sisi (halaman luar) pura yang nampak rapi dengan penataan paving dan tanaman, lengkap dengan gapura yang kokoh.
"Baru setahun yang lalu saya utarakan kepada Pak Bupati (H. Thoriqul Haq, red), namun saat ini saya lihat sudah tertata rapi, indah dan juga bersih. Sungguh luar biasa," ucap Cok Ace.
Wantilan yang telah usai dibangun itu, diharapkan Cok Ace, nantinya dapat dijadikan tempat istirahat maupun berteduh saat turun hujan bagi pemedek yang datang bersembangyag ke sana, terutama dari Bali.
Cok Ace pun memuji Bupati Thoriqul yang menurutnya sangat sejalan dengan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali". Sebuah visi pembangunan Bali yang menitik beratkan pada enam poin utama.
Yakni Atma Kertih.Sebuah konsep menjaga hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Kedua adalah Jana Kertih yakni manusia sebagai makhluk pribadi harus mampu melakukan penyeimbangan antara pikiran dan perasaan agar tumbuh harmonisasi dalam hidup, baik itu dengan sesama makhluk dan juga alam semesta.
Yang ketiga adalah Jagad Kertih, dimana manusia sebagai makhluk sosial diharapkan mampu menjaga integritas dan sinergitas hubungan persaudaraan baik antara masyarakat Bali dengan masyarakat Lumajang.
Yang keempat adalah Danu Kertih. “Dimana kita semua wajib turut serta melakukan pengelolaan agar danau yang ada di sekitar pura bisa berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Selanjutnya yang kelima adalah Wana Kerthi. Bermakna mengisyaratkan manusia sebagai makhluk Tuhan paling sempurna di antara yang lain mampu berperan serta menjaga dan melindungi kawasan hutan agar tetap hijau dan lestari.
Sedangkan yang keenam adalah Segara Kertih yang memiliki makna agar manusia senantiasa menjaga lingkungan dan kebersihan sungai atau laut.
Tak lupa juga Cok Ace kembali mengajak masyarakat Lumajang makin memperkokoh tolerasi antarumat beragama dan rasa persaudaraan yang telah terjalain dengan sangat erat selama ini.
"Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena hal kecil. Jika terdapat satu permasalahan, marilah kita duduk bersama dan bertukar pendapat. Sehingga tidak akan ada satu orang pun yang mampu memecah kedaulatan dan keutuhan kita bersaudara," ajaknya.
Sementara itu, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq menuturkan bahwa Pura Ulun Ranu Pane ini adalah pura yang terletak 2100 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan menjadi tempat jujukan masyarakat setempat.
Masyarakat Ranu Pane, sebut dia, sebagian memilih melestarikan nilai budaya dan cara hidup Hindu yang mereka teruskan dari leluhurnya. Sebagaian lagi memeluk agama Islam.
Maka di desa ini pun terdapat masjid yang letaknya kebetulan berdekatan dengan Pura Ulun Ranu Pane. Meski berbeda keyakinan beragama, warga setempat saling menghormati dan merawat kerukunan antarumat dengan baik.
"Sesuai rencana, di depan Pura Ulun Ranu Pane akan dibuatkan rest area, sehingga bagi umat Hindu atau Islam yang datang untuk beribadah di tempat sucinya masing-masing akan merasakan suasana wisata religi yang sesungguhnya," kata H. Thoriqul Haq.
Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang Edy Sumianto berharap, keberadaan Pura Ulun Ranu Pane dapat memberikan vibrasi positif bagi masyarakat sekitar. Ia juga mengapresiasi Bupati H Thoriqul Haq yang telah mengayomi semua umat beragama di Lumajang.
“Beliau dengan gigih dan konsisten melakukan penataan pura hingga menjadi seperti saat ini,” ujarnya.
Kehadiran Cok Ace adalah serangkaian upacara pemelaspasan dan penandatanganan prasasti, peletakan batu dasar pembangunan wantilan sekaligus piodalan Pura Ulun Ranu Pane.
Puncaknya, Wagub Bali Cok Ace dan Bupati Lumajang H Thoriqul Haq menandatangani secara bersama-sama prasasti Pura Ulun Ranu Pane. Hal ini sekaligus menjadi simbolisasi kerukunan antaraumat Islam dan Hindu di Lumajang yang tetap lestari dan kukuh selama ini. (ady)