Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Masa Depan Bangsa Butuh Generasi Cerdas dan Sehat

Oleh Podiumnews • 18 Juli 2022 • 22:17:00 WITA

Masa Depan Bangsa Butuh Generasi Cerdas dan Sehat
Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster . (foto/ady)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster mengatakan bahwa bangsa Indonesia khususnya Bali membutuhkan generasi muda sehat dan cerdas untuk meneruskan program pembangunan ke depan.

Hal itu diungkapkan Putri Koster pada Dialog Lintas Denpasar Siang “Cegah Stunting Itu Penting”, Senin (18/7) di Denpasar.

Untuk itu, kata Putri Koster, pendidikan dan kesehatan menjadi kunci penting. Karena melahirkan generasi sehat dan cerdas, kaum perempuan mesti pintar menjaga kesehatan tumbuh kembang janin, mulai dari kandungan sampai setelah melahirkan.

“Di sini PKK  bertugas membangun komunikasi akan pentingnya pengetahuan kebutuhan gizi dan kesehatan kepada masyarakat, sehingga pengetahuan itu tersebar luas tentang bagaiman perempuan menjaga diri saat hamil maupun sesudah melahirkan,” ujarnya.

Sesudah melahirkan, lanjut dia, bayi juga perlu mendapatkan perhatian lebih dari sebelumnya. Sebab selain membutuhkan imunisasi lengkap, ASI yang cukup, asupan makanan dan gizi lengkap, tumbuh kembang bayi wajib diperhatikan setiap bulannya.

“Karena perkembangan berat dan panjang badan bayi sangat penting, untuk mengetahui apakah bayi itu tumbuh baik dengan berat dan panjang standar ataukah belum? Dari sinilah akan diketahui apakah pertumbuhan bayi itu termasuk stunting ataukah tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bali dr I Nyoman Gede Anom menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang pada balita disebabkan gizi kronis 1000 hari pertama kehidupan (setelah dilahirkan).

Menurutnya, hal ini diketahui setelah pertumbuhan balita pada usia 2 tahun, yang ditandai dengan gagal pertumbuhan tinggi (panjang) badan yang kurang dari standar, terjadi gangguan kognitif serta mengalami gangguan metabolik

Disebutkannya, secara nasional, pada tahun 2021 lalu, Bali mencatat tingkat stunting mencapai 10.9 persen. Ini menunjukkan Bali  tergolong tingkat stunting terendah di Indonesia. Namun Dinkes Bali PKK se-Bali mentargetkan 9.28 persen untuk tahun 2022 ini. (ady/sut)